Headline

UMKM Kaltara Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Pembatik di salah satu UMKM Tarakan menggunakan canting untuk membuat motif (Foto: Sofyan) 

TARAKAN, Koran Kaltara – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) saat ini sedang naik daun. Bahkan menurut Bank Indonesia, UMKM menguasai ekonomi di setiap sektor. Bukan hanya di Kalimantan Utara, kondisi ini juga terjadi di semua daerah yang ada di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi dari UMKM, juga menyentuh langsung masyarakat. Untuk itu, perlu adanya penggalian potensi dalam membangkit ekonomi kerakyatan, supaya bisa menjadi perusahaan besar. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Utara, Yufrizal mengatakan, 99 persen unit usaha ini menguasai ekonomi.

“Saya meyakini setiap provinsi, kabupaten/kota begitu, dari sisi jumlah. Kedua, dari sisi orientasi, UMKM cukup luar biasa di semua sektor. Hari ini kita melihat dari sektor kreatif. Saya kira ini bagus sekali untuk membangkitkan minat usaha di bidang fashion, akan menjadi langkah bagus ke depannya. Tarakan sebagai salah satu penghasil batik, juga harus memperkaya motif. Saya meyakini pengrajin di sini memiliki keunikan masing-masing, sehingga perlu diperkaya sebagai ciri khas Tarakan dan Kaltara pada saatnya ini,” ujar Yufrizal, Minggu (20/6/2021).

Jika industri fashion bisa berkembang di Tarakan, maka akan menyerap tenaga kerja dan memberi kesempatan kepada desainer lokal untuk terus berkreasi. Disinggung mengenai apa yang bisa di dukung oleh BI kepada pelaku UMKM di Bumi Paguntaka, Yufrizal mengaku bahwa sudah dua kali memberikan pelatihan kepada 26 pembatik di Kaltara.

“Karena tidak bisa dipungkiri, masih ada ruang yang bisa ditingkatkan dari batik itu sendiri. Untuk batik tulis, pembatik kita belum rapi, masih ada noda. Kemudian pewarnaan, masih bisa dikombinasikan dengan warna lain dan dari sisi desain. Ini akan kita perkaya terus tetapi, di sisi lain harus dipasarkan,” bebernya.

Diakui Yufrizal, bahwa pertumbuhan UMKM di Tarakan sudah cukup bagus sehingga mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi yang baik. Namun yang saat ini tengah didorong untuk menjadi salah satu primadona adalah batik. Dimana, akan banyak pilihan produk batik di Tarakan, dan Kaltara secara luas.

“Apalagi ASN (Aparatur Sipil Negara) sudah harus pakai batik lokal, sehingga produksinya juga meningkat dan akan menyerap tenaga kerja. Ini akan bermuara pada pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Hamid Amren mengatakan bahwa jumlah UMKM di Tarakan telah mencapai 13 ribu. Sehingga menjadi perhatian penting dan serius oleh Pemerintah Kota Tarakan. Karena sektor UMKM menjadi prioritas pemulihan ekonomi selama pandemic Covid-19.

“Covid-19 membuat ekonomi kita rontok, tetapi melalui UMKM kita coba memulihkan ekonomi. Dengan pertumbuhan UMKM, maka pertumbuhan ekonomi akan semakin baik karena kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” ucapnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Nurul Lamunsari