Headline

Turunkan Angka Kemiskinan Secara Bertahap

Zainal Arifin Paliwang

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara– Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang mengatakan, Pemprov Kaltara akan melakukan penanganan angka kemiskinan secara bertahap.

Salah satu upayanya, dengan menekan angka pengangguran di daerah.

“Kita akan berdayakan potensi-potensi masyarakat Kaltara. Bagi yang punya kemampuan mesin, kita carikan lowongan di mesin, yang punya kemampuan tataboga bisa masuk perhotelan, yang kompetensinya kesehatan bisa masuk rumah sakit,” kata Zainal, Rabu (20/7/2022).

Zainal meyakini kemiskinan bisa terurai ketika seluruh angkatan kerja dapat terserap.

Ini disebabkan mereka akan memiliki sumber pendapatan untuk memenuhi pengeluarannya sehari-hari.

“Insya Allah sedikit demi sedikit kemiskinan akan kita tekan. Saya tidak mau ada warga Kaltara yang miskin,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara, Helmi menjelaskan, persentase kemiskinan tahun ini ditarget pada kisaran 6,25 sampai 6,5 persen.

“Program pengentasan kemiskinan sudah berjalan, kita bekerjasama dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota. Kita optimis target penurunan kemiskinan tahun ini bisa tercapai,” jelasnya.

Perencana Ahli Muda Bappeda-Litbang Kaltara, Syamsaimun menambahkan, pengentasan kemiskinan diimplementasikan dalam tiga bentuk intervensi.

Pertama, intervensi bantuan sosial (bansos) untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran warga miskin.

“Ini mulai dari BPJS Kesehatan, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan dan lainnya. Melalui program tersebut, beban warga miskin bisa diringankan,” kata Syam.

Intervensi kedua berupa pemberdayaan. Pemerintah melakukan upaya pelatihan keterampilan bagi keluarga miskin.

Ini bertujuan agar mereka memiliki kemampuan untuk bisa terserap di dunia kerja atau membuka usaha sendiri.

Intervensi ketiga yakni dengan peningkatan ekonomi.

Dimana keluarga miskin yang telah mendapat program pemberdayaan bisa diberikan pendampingan.

Sehingga mereka bisa benar-benar dipastikan keluar dari jurang kemiskinan.

“Melalui intervensi tersebut, kita ingin mindset mereka tidak selalu mengharap bantuan, mereka diarahkan bisa mandiri. Kemudian anak-anak atau generasi mereka diupayakan tidak menjadi warga miskin baru,” jelasnya.

“Program-program tersebut sudah berjalan di sejumlah OPD terkait dan juga di pemerintah kabupaten/kota. Koordinasinya melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah atau TKPKD,” kata Syam menambahkan.

Adapun, salah satu warga miskin penerima bantuan sosial di Tanjung Selor, Saparuddin, masih berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Ia yang bekerja serabutan sebagai pemotong rumput, mengaku masih sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah.

“Semoga BLT yang kemarin diambil di Kantor Pos itu bisa lanjut lagi. Kasihan saya cuma kerja tebas rumput saja,” ujarnya.

Ia juga berharap bisa mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik. Mengingat selama ini ia kesulitan memperolehnya di seputaran Tanjung Selor.

“Saya sih pengennya juga bisa dapat kerja lebih baik, tapi ijazah saya cuma SMA, susah dapat kerja. Apalagi sudah berumur seperti ini,” jelasnya. (*)

BACA JUGA:

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment