Nunukan

Tunjangan Khusus Guru 2020, Hanya Cair Untuk 1 Semester

Ridwan

NUNUKAN, Koran Kaltara – Selain pengurangan jumlah penerima tunjangan khusus bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) dan guru honorer, jumlah bulan pencairan juga ikut berkurang.

Jika tahun sebelumnya, penerima tunjangan khusus akan menerima untuk dua semester atau 12 bulan, tahun ini hanya dicairkan untuk satu semester atau 6 bulan.

Tahun ini, dari 568 guru yang diusulkan oleh Bupati Nunukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, dengan rincian guru PNS berjumlah 411 orang dan guru honorer 157 orang, yang diberikan tunjangan berjumlah 146 orang, 115 guru PNS dan 31 guru honorer.

BACA JUGA: Mengabdi di Daerah Terpencil, Diusulkan Menerima Tunjangan Khusus Guru

Kabid Pembinaan Ketenagaan TK/PAUD, SD, SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Ridwan mengatakan, tahun ini jumlah penerima tunjangan maupun jumlah bulan lebih sedikit dikarenakan anggaran di Kemendikbud terbatas.

Selain itu, juga terjadi pemangkasan anggaran karena untuk penanganan Covid-19 sehingga berdampak pada tunjangan yang tidak dibayarkan penuh pada tahun 2020. Untuk besaran tunjangan yang diterima setiap guru, ungkapnya, nilainya satu bulan gaji pokok.

“Guru PNS yang menerima 115 orang, yang honor cuma 31 orang. Jauh selisihnya dari tahun kemarin, ada penurunan lebih dari separuh,” kata Ridwan, Kamis (18/6/2020.

Dia mengatakan, Pemkab Nunukan telah melakukan upaya agar penerima tunjangan khusus, sama dengan tahun 2019. Akibat pandemi Covid-19, koordinasi dan komunikasi hanya dilakukan melalui telepon seluler dan WhatsApp kepada Kemendikbud.

Koordinasi dilakukan agar penetapan wilayah khusus, benar-benar melihat kondisi riil di lapangan dan letak geografis wilayahnya. Kemudian Bupati Nunukan juga bersurat perihal permohonan usulan tunjangan khusus guru tahun 2020.

Namun, penetapan daerah kategori 1 dan 2 atau masuk daerah khusus maupun tidak pada Data Pokok Pendidikan Dasar Menengah (DAPOKDIKDASMEN) sekolah masing-masing oleh Kemendikbud, mengacu pada data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Data itu sesuai dengan hasil Survei Indeks Desa Membangun. “Dampaknya, banyak sekolah sudah tidak masuk dalam wilayah khusus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data DAPODIKDASMEN tahun 2020, ada 27 sekolah yang masuk wilayah khusus. Yaitu, SDN 003 Krayan, SDN 011 Krayan, SDN 021 Krayan, SMPN 3 Krayan, SDN 003 Krayan Selatan, SDN 05 Krayan Selatan, SDN 006 Krayan Selatan, SMPN 2 Lumbis.

Selanjutnya, SDN 002, SDN 003, SDN 008, SDN 009 dan SMPN 3 Lumbis Ogong. Di Sebuku ada SDN 003, SDN 007, SDN 008, SMPN 2 dan SMPN 3.

Kemudian di Sembakung ada SDN 002, SDN 003, SDN 004, SDN 005, SDN 007, SMPN 4 dan SMPN 6 Sembakung serta dua SD di Tulin Onsoi, yaitu SDN 001 dan SDN 005. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah