Hukum Kriminal

Tunggu Pembeli, Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

Tersangka kasus sabu diamankan di Polres Tarakan. (Ist)

TARAKAN, Koran Kaltara – Dua pemuda berinisial YS dan AN diamankan Sat Reskoba Polres Tarakan, Minggu (11/7/2021) lalu.

Keduanya diduga merupakan pengedar sabu yang biasa menjalankan bisnisnya di sekitar Kelurahan Selumit Pantai.

Kasat Reskoba Polres Tarakan Iptu Sunaryo melalui KBO Satreskoba Ipda Amiruddin menuturkan, pihaknya menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait keduanya sudah lama berjualan sabu.

Penyelidikan dilakukan dan didapati ada YS yang tampak menunggu pembeli di depan salah satu bengkel.

“Kami dapat informasi, ada transaksi sabu di sekitar RT. 10 Kelurahan Selumit Pantai. Nah YS ini mencurigakan gerak geriknya. Jadi kami amankan, pas lagi di depan bengkel,” kata dia, Rabu (21/7/2021).

Setelah YS diamankan, langsung dilakukan penggeledahan badan. Ditemukan serbuk kristal yang diduga sabu.

Hasil pemeriksaan handphone YS, ditemukan lagi ada percakapan terkait transaksi sabu. YS lantas mengaku mendapatkan sabu dari seorang berinisial IN.

Pengembangan penangkapan YS, dilanjutkan ke IN. Dari keterangan YS ini, polisi pun melakukan pendalaman untuk mencari keberadaan IN.

Saat itu diarahkan lah IN untuk ke rumah YS. Sekira pukul 00.30 Wita, petugas kemudian bergerak ke rumah YS.

“Kami dapati IN ada di depan rumah. Jadi, IN pun diamankan saat itu dan langsung dilakukan penggeledahan,” kata dia.

Dari tangan IN, didapati lagi sabu dengan berat 3,12 gram dan dibungkus dalam empat plastik kecil.

Rencananya, sabu milik IN itu akan dijual dengan harga Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Dari IN polisi sempat melakukan pengembangan lagi.

IN menyebutkan ia mendapatkan sabu itu dari seseorang yang tidak dikenal dan ia mengambilnya di daerah Pantai Amal.

Namun IN mengakui bahwa orang yang mengatur transaksi sabu itu merupakan seorang warga binaan Lapas Kelas II A Tarakan yang berinsial KS.

“Kalau IN ngakunya jumlah sabu ada satu bal. Ada sebagian diambil  YS, kemudian sisanya ada di IN. Namun yang jumlah banyak sudah diantarkan ke Tanjung Selor,” bebernya.

Dari pengakuan keduanya, IN mengaku bekerja di salah satu bengkel dan YS bekerja serabutan.

Saat ini untuk YS dan IN sudah dijadikan tersangka dan ditahan di rutan Mapolres Tarakan.

Keduanya akan dikenakan pasal 112 ayat 2 subsider pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 Undang Undang narkotika nomor 35 tahun 2009.

“Kalau pengembangan sabu ke Lapas, sesuai pernyataan dari IN masih akan kami cek lagi apakah nama yang disebutkan merupakan warga binaan atau hanya inisialnya aja. Harus dipastikan lagi, apakah ada warga binaan dengan identitas yang disebutkan oleh IN,” ujarnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa