Bulungan

Tujuh Peserta Tak Hadir Ikuti SKB Tes CPNS Bulungan

Pelaksanaan SKB Bulungan masih berlanjut, hingga Minggu (9/12/2018) ada tujuh peserta absen alias tak hadir. (Foto: Koran Kaltara/ Nurjannah)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sejak Sabtu (8/12/2018) Pemkab Bulungan melalui Bdan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan, menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, setelah sebelumnya menggelar Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Setidaknya ada 467 peserta yang bersaing pada pelaksanaan tahap ketiga penerimaan CPNS di lingkup Pemkab…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sejak Sabtu (8/12/2018) Pemkab Bulungan melalui Bdan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan, menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, setelah sebelumnya menggelar Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Setidaknya ada 467 peserta yang bersaing pada pelaksanaan tahap ketiga penerimaan CPNS di lingkup Pemkab Bulungan ini.

Belum diketahui alasanya, dalam pelaksanaan SKB ini ada beberapa yang tidak hadir. Informasi dihimpun hingga Minggu (9/12/2018) di sesi ketiga, ada tujuh peserta yang tak hadir.

“Kepada adik-adik peserta SKB agar terus semangat, aktif dan percaya kepada diri sendiri untuk bisa meningkatkan ranking atau nilai SKB. Insya Allah dengan usaha disertai do’a, rezeki tidak akan pindah ke lain,” ujar Sekkab Bulungan Drs. Syafril saat memberikan arahan, di hari pertama SKB di Laboratorium CAT (Computer Assissted Test) Kantor Bupati Bulungan.

Pelaksanaan SKB dibagi menjadi 4 sesi tiap harinya. Di mana tiap sesi SKB diikuti 50 peserta. Tes SKB CPNS Bulungan dilaksanakan pada 8 – 10 Desember 2018.

Sementara itu, Perwakilan Kantor Perwakilan Wilayah VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarmasin, Slamet Nugroho menambahkan, pelaksanaan SKB di Bulungan diharapkan seluruh peserta lulus dan bisa mengabdi  menjadi CPNS Pemkab Bulungan. Tentu saja sesuai dengan kebutuhan tenaga di Bulungan.

“Ke depan agar dapat menjadi tenaga yang handal, memiliki kompetensi serta dapat memberikan pelayanan yang profesional dan bermartabat kepada masyarakat. Sebab 20 hingga 30 tahun mendatang, adik-adik yang akan menggantikan posisi kami di pemerintahan,” jelasnya.

Dia menegaskan, pelaksanaan SKB menerapkan prinsip kompetitif, objektif, transparan dan akuntabel. Sehingga jangan percaya bila ada pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang memberikan janji atau harapan.

“Tes ini berdasarkan sistem CAT yang sudah dibangun BKN secara objektif dan tidak ada rekayasa,” tegasnya.

Slamet berpesan, agar peserta SKB fokus mengerjakan soal-soal, dan pelaksanaan SKB CPNS Bulungan dapat berjalan lancar. (*)

Reporter: Nurjannah

Editor: Edy Nugroho

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 10 Desember 2018