Headline

Tujuh Orang Kasus Covid-19 Delta Sembuh

Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy (kiri) menyebutkan, 7 dari 8 kasus varian Delta sudah sembuh. Satu lainnya meninggal dunia. (Foto: Rizqy)
  • Penyebaran dan Kontak Erat Jadi Atensi Khusus

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) Agust Suwandy, mengumumkan adanya varian Delta yang terdeteksi di Kaltara. Melalui rilis video, secara resmi diungkapkan pada Selasa (20/7/2021), sebanyak delapan kasus varian baru itu tersebar di lima kabupaten dan kota.

Di Tana Tidung terdapat tiga kasus, di Tarakan dua kasus, serta masing-masing satu kasus di Bulungan, Nunukan dan Malinau. Dikonfirmasi terkait kondisi yang bersangkutan, dikatakan Agust, ternyata tak ada satu pun yang masih menjalani perawatan. Bahkan, tujuh orang sudah dinyatakan sembuh.

“Dari delapan (kasus varian Delta) itu tujuh sudah sembuh. Karena kasus lama,” katanya, Rabu (21/7/2021).

Seluruh pasien itu, sudah menjalani perawatan sesuai standar protokol kesehatan Covid-19. Sampai pada masing-masing telah dinyatakan sembuh. Namun terdapat satu pasien meninggal dunia.

“Satu orang yang di Nunukan sudah meninggal. Yang meninggal itu ada riwayat perjalanan dari Manado,” ungkapnya.

Meski demikian, sebaran Corona varian Delta masih menjadi ancaman. Apalagi, sebelum keluar hasil pemeriksaan dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, diduga virus itu sudah menyebar. Hal tersebut menjadi atensi tersendiri bagi Satgas di Kaltara.

“Iya (mengkhawatirkan), karena kita tidak tahu lagi kontak eratnya sudah berapa dan menyebar ke mana,” bebernya.

Tracing kontak dan dugaan penyebaran terus dilakukan penelusuran. Terkait hal itu, dia meminta masyarakat lebih bijaksana. Yaitu, memiliki kesadaran untuk bisa meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Seperti yang selalu kita sampaikan, bahwa varian baru ini risikonya lebih tinggi dan menurut para ahli lebih mudah menular. Untuk itu, protokol kesehatan harus lebih ketat. Misalnya menggunakan masker tidak cuma satu tapi dua lapis. Kemudian jangan membuka masker saat bertemu siapa saja. Begitu juga dengan protokol lainnya, harus lebih diperhatikan,” jelasnya mengimbau.

Puluhan Spesimen Menunggu Hasil Uji WGS

CORONA Varian Delta 1617.2 telah ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Penelusuran sementara ini, sudah ada 729 kasus yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Sejauh ini, penelusuran terkait asal datangnya virus tersebut masih terus dilakukan agar dapat diketahui dari mana asalnya.

Untuk pemetaan dan deteksi penyebaran Virus Corona varian asal India tersebut, masih harus diteliti melalui metode Whole Genome Sequencing (WGS) atau surveilans yang berpusat di Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Artinya, belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Kaltara telah mengirimkan sebanyak 32 spesimen sejak 24 Juni lalu yang berasal dari lima kabupaten/kota. Hanya saja, baru ada 12 spesimen yang keluar hasilnya, dimana delapan spesimen dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 varian Delta. Sedangkan 20 spesimen masih menunggu uji WGS.

“Iya, kita masih menunggu karena memang untuk tindak lanjut varian Delta ini harus uji surveilans di Balitbangkes. Sementara semua daerah menunggu, termasuk kita dari Kaltara,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kaltara Usman, kemarin.

Pihaknya tetap menjalin komunikasi dengan Kemenkes perihal tersebut. Dia berharap, dalam waktu tidak terlalu lama, sudah mendapatkan informasi hasil pemeriksaan WGS.

“Semoga dalam waktu dekat, sudah ada hasilnya. Supaya kita juga bisa mengetahui apakah masih ada tambahan kasus varian Delta ini,” harapnya.

Senada dengan Usman, Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy mengatakan bahwa 20 spesimen memang diperiksa lebih lanjut. Hasilnya, harus menunggu konfirmasi Balitbangkes.  “Belum ada kabarnya, katanya nanti tetap akan dikabari apakah bisa diperiksa (uji WGS) atau tidak,” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari