Tana Tidung

Tower Telekomunikasi Akan Dibangun di Empat Desa di KTT

Salah satu tower telekomunikasi untuk mengatasi area blank spot. (Foto: Agung)

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Tower telekomunikasi akan segera dibangun pada empat desa di Kabupaten Tana Tidung. Demikian disampaikan Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, Sabtu (25/9/2021).

Ibrahim menjelaskan, tower telekomunikasi dibangun di desa yang masuk kategori blank spot. Dimana sinyal untuk telepon dan internet sangat sulit diakses masyarakat.

“Informasinya saya terima dalam pertemuan lanjutan usai kami sampaikan persoalan wilayah blank spot ke pemerintah pusat. Alhamdulillah ada kabar baik dari Kemenkominfo dan Telkomsel selaku pihak penyedia,” paparnya.

Pembangunan tower akan difasilitasi melalui program desa digital. Kemudian, disinergikan dalam masterplan jangakauan desa non 3T milik Telkomsel.

“Saya telah sampaikan jika perlu segera dilakukan optimalisasi untuk desa-desa yang telah ditargetkan. Dalam hal ini, Telkomsel kami harap memberi solusi yang maksimal,” ujarnya.

Empat desa yang dimaksud yaitu Desa Sesayap Selor di Kecamatan Sesayap Hilir, Desa Maning di Kecamatan Betayau, Desa Tengku Dacing di Kecamatan Tana Lia dan Desa Kujau di Kecamatan Betayau.

“Empat desa ini kita harapkan tidak lagi sulit menjangkau sinyal telekomunikasi. Ke depan kita upayakan desa lain yang mengalami kondisi serupa juga segera terjangkau,” kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, pemerataan akses telekomunikasi memang jadi janji politiknya saat pilkada lalu. Ia memastikan hal tersebut ditunaikan secara bertahap selama kepemimpinan hingga 2024 nanti.

“Optimalisasi jaringan telekomunikasi itu demi pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat. Ini memang janji politik saya dan akan saya realisasikan,” jelasnya.

Secara khusus, pemerataan jaringan telekomunikasi diarahkan meningkatkan kineraja pemerintahan sampai tingkat desa. Sehingga, pelayanan yang diberikan ke masyarakat tidak lagi terhambat persoalan teknis.

“Realisasi keterjangkauan sinyal komunikasi juga demi kelancaran administrasi di desa-desa. Jadi tidak ada lagi persoalan tidak menerima informasi dan lainnya,” ujar Ibrahim.

Sebagaimana diketahui, mayoritas desa di Kabupaten Tana Tidung masih masuk kategori daerah blank spot. Persoalan tersebut pada bulan ini ditindaklanjuti agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Bupati Tana Tidung,  menyampaikan persoalan tersebut ke Deputi VII Bidang Komunikasi, Informasi dan Aparatur di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Melalui pertemuan tersebut, bupati mengupayakan adanya percepatan penyediaan Infrastruktur telekomunikasi di wilayah blank spot tersebut. Mengingat, kewenangan tersebut berada di tingkat pemerintah pusat.

Dari 32 desa pada lima kecamatan di Kabupaten Tana Tidung, saat ini 22 desa masih dalam kategori blank spot. Kondisi itu mengakibatkan layanan sistem informasi digitalisasi tidak berjalan dengan baik, terutama ke desa-desa. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Didik

 

TOPIK TERKAIT:

Tower dan BTS Diupayakan Segera Terbangun

Warga Desa Laban Nyarit Belum Nikmati Jaringan Telekomunikasi

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment