Advertorial

Tolak Vandalisme Melalui FGD

FGD yang digelar HMI Cabang Tarakan dengan tema Kajian Yuridis Tindakan Vandalisme di Indonesia. (Istimewa)

TARAKAN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Cabang Tarakan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Kajian Yuridis Tindakan Vandalisme di Indonesia.

Kegiatan yang digelar Sabtu (25/9), di Pondok Lesehan ini, mengkaji maraknya aksi vandalisme di Indonesia.

Pengamat hukum, Gusfen Alextron Simangunsong, SH, MH dihadirkan sebagai pemateri dalam FGD ini. Gusfen yang juga merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan, ini mengupas sejarah hingga regulasi yang mengatur vandalisme di Indonesia.

“Tindakan vandalisme di Indonesia sudah ada semenjak zaman kolonial sebagai alat propaganda. Seiring perkembangan zaman, vandalisme berubah bentuk yang dulunya dalam bentuk hanya poster menjadi seni graffiti dan mural,” ujarnya, dalam penyampaian materi.

Ia menilai, vandal di Indonesia masuk dalam tindak pidana ringan (tipiring) atau dianggap sebuah pelanggaran.

“Peraturan mengenai ini banyak diatur dalam peraturan daerah (perda) di setiap kabupaten kota,” bebernya.

Perda yang mengatur tentang vandalisme ini, biasanya ada disebutkan dalam tata ruang atau keindahan kota. Terutama, jika vandalisme dilaksanakan di tempat-tempat umum. Hal tersebut bisa dimasukkan dalam kategori kejahatan jika merusak dan dibarengi dengan kekerasan.

Aksi vandal di Indonesia, kata Gusfen, belakangan ini kembali populer sebagai medium kritik terhadap pemerintah terkait penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Harapan kita, dari FGD yang digelar ini ada kelanjutannya ke depan. Seperti cara-cara penyampaian pendapat dan kritik di muka umum bisa lebih tertata dan elegan,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Hariadi

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment