Politik

Tokoh Lokal yang Punya Kompetensi

JADI PEMBICARA - Ketua KPU Kaltara Suryanata Al-Islami (berkopiah) saat menjadi narasumber dalam pertemuan dengan tokoh se Kaltara terkait suksesi Pilkada 2020. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Jadi Moderator Debat Pilgub Kaltara Tahun 2020

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Debat publik pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan diselenggarakan sebanyak tiga kali. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua KPU Kaltara Suryanata Al-Islami saat ditemui media, Kamis (15/10/2020).

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, debat pertama rencananya akan dilaksanakan di Kota Tarakan pada 24 Oktober mendatang. Adapun tema debatnya adalah hukum, korupsi, penanggulangan narkoba, perdagangan manusia, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Debat kedua rencananya pada 14 November di salah satu stasiun TV Nasional. Adapun tema debat kedua adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial budaya, keagamaan, kepemudaan, keluarga, penangan bencana dan penanganan pandemi Covid-19.

Kemudian yang ketiga debat pada 2 Desember mendatang di Tanjung Selor. Temanya adalah ekonomi, kesejahteraan sosial, energi, lingkungan hidup, pertanian, kehutanan, perikanan, infrastruktur, teknologi, pengelolaan perbatasan dan penyelarasan pembangunan.

“Berdasarkan jadwal ada 3 kali debat. Media partner kita masih menunggu proses lanjutan. Kita tetap inginkan siaran langsung, tapi nanti akan dilihat seperti apa. Kita juga akan live streaming supaya bisa diakses masyarakat bahkan sampai pelosok. Hari ini (kemarin) ada rapat bersama dengan tim kampanye,” sebut Ketua KPU Suryanata Al-Islami.

Terkait moderator, ia mengungkapkan akan dipandu oleh tokoh lokal. Dimana dalam setiap debat, setiap tokoh lokal berbeda yang akan memandu. Begitu pula dengan tim perumus soal yang membantu KPU.

“Untuk hal lain, kami libatkan para akademisi atau tokoh yang kami anggap kredibel dan kompeten membantu KPU melakukan elaborasi rumusan soal. Tidak ada panelis tapi perumus. Termasuk moderator kita ingin tokoh lokal yang punya kompotensi. Siapa perumus dan siapa moderator? Yang pasti tiap debat beda perumus dan meda moderator,” bebernya.

Selain itu, KPU juga menggandeng tim pakar dalam melaksanakan debat. Khusus tim pakar tidak berganti sepanjang tiga kali debat.

“Kalau tim pakar tidak berganti. Mereka yang membantu KPU dalam agenda debat ini dari awal sampai selesai,” sebutnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Hariadi

 

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah