Kaltara

Tingkatkan Ekspor, Kaltara Butuhkan Investor

Teks : Tampak produk olahan Kaltara yang dihasilkan industri rumahan. (Foto : Dok/Koran Kaltara)
  • Perlu Waktu Lama Jika Hanya Andalkan Peran Pemerintah

TANJUNG SELOR – Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi (Setprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Rohadi mengatakan, akselerasi kinerja ekspor wajib didukung masuknya investor. “Wajib ada investor, kita butuh investor itu untuk meningkatkan kinerja ekspor daerah,” kata Rohadi saat diwawancara Koran Kaltara, Minggu (7/3/2021).

Relevansi investor terhadap akselerasi kinerja ekspor, disebut berada pada kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Hal tersebut yang sulit didapat apabila mengandalkan kegiatan skala mikro dan kecil. “Butuh waktu lama jika andalkan pemberdayaan pemerintah untuk pelaku usaha rumahan kita. Karena kalau bicara ekspor ini, bicara kuantitas yang konsisten. Perlu didukung sistem industri dengan modal besar,” jelasnya.

Lanjut dia, Kaltara secara umum potensial sebagai lokasi industri produk tujuan ekspor. Baik itu dari kelompok pertanian atau hasil industri. “Kalau potensial, tentu Kaltara potensial. Semisal bicara pertanian, perikanan atau kehutanan, itu bisa diandalkan. Kalau bicara untuk lokasi industri, lahan di sini masih sangat luas. Apalagi kalau melihat nanti ada KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional),” paparnya.

Pemprov Kaltara secara pun senantiasa menjaga iklim investasi yang kondusif. Selain itu, upaya menggaet investor pun beberapa kali dilakukan secara massif. “Kita sudah memiliki pemikiran ke arah sana Tapi memang semua masih perlu menunggu,” ungkap Rohadi.

Kondisi tersebut, tidak ditampik Rohadi karena Kaltara masih pincang di sektor infrastruktur penunjang investasi. Seperti ketersediaan sumber energi listrik, air bersih, aksesibilitas wilayah hingga ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Sarana dan prasarana penunjang itu yang masih diupayakan agar segera terealisasi. Karena apabila tanpa didukung hal tersebut, sulit investor mau masuk. Jadi tugas yang harus kami selesaikan terlebih dahulu ya di situ,” kata Rohadi.

Disamping itu, dampak pandemi juga menjadi faktor penghambat masuknya investor tahun ini. “Tahun ini kita juga dihadapkan pada pandemi yang membuat lesu dunia usaha. Itu juga jadi persoalan investor mau menanamkan modalnya,” sebut Rohadi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltara, Budi Harsono Laksono menyampaikan, pihaknya memang hanya fokus mendorong produksi tujuan ekspor di skala mikro dan kecil. Ini kembali lagi karena latarbelakang ketersediaan anggaran.

“Kaitannya dengan ekspor, kami memang sebatas melakukan pelatihan bagaimana memulai ekspor di lingkup masyarakat. Tapi itu komplet. Mulai dari standarisasi produk, perizinan hingga soal buyer nya,” kata Budi.

Pada tahun ini, Disperindagkop Kaltara menyasar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah perbatasan. Yakni di Kabupaten Nunukan. “Tahun ini kami bidik BUMDes di perbatasan. Ada di Nunukan dan Sebatik. Kalau yang Sebatik sudah lebih jelas, produknya perikanan dan rumput laut. Selain itu, kami juga akan melakukan pendampingan serupa di Tarakan,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltara, Kilit Laing menilai, pemerintah perlu lebih mendukung produk orientasi ekspor yang dikembangkan masyarakat. Menurutnya, ini bisa lebih efektif sembari menunggu ada investor masuk.

“Kalau mengharapkan investasi dengan situasi sekarang, apalagi investasi asing, akan sulit. Pemikiran saya malah kita gerakkan saja ekspor kita melalui perkebunan dan pertanian. Khususnya di komoditi-komoditi ekspor yang dibutuhkan dunia,” kata Kilit.

Peran serta pemerintah dibutuhkan dalam pembinaan yang massif. Mulai dari pengadaan bibit, pelatihan, penyediaan tenaga ahli, pupuk dan lainnya. “Kalau ada dukungan tersebut, saya kira pengusaha kita atau masyarakat banyak yang mau ikut. Apalagi banyak sekali lahan tidur di sini,” ungkapnya.

Lanjut dia, Kadin Kaltara sendiri memprogramkan penanaman porang sebagai komoditi andalan tujuan ekspor. Sejumlah progres sudah dilakukan dan disuarakan ke pemerintah pusat. “Kalau dari Kadin, program kami soal ini adalah penanaman porang. Sudah kami suarakan itu ke pemerintah pusat, mudah-mudahan ada dana yang dikucurkan. Porang ini komoditi yang banyak dicari di luar negeri. Perawatannya lebih mudah dari sawit dan hasilnya lebih menjanjikan,” jelas Kilit.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor:Edy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah