Tarakan

Tinggal 3 Hari, Pengerjaan TMMD ke-109 di Kota Tarakan Terus Dikebut

Dandim 0907 Tarakan memantau progres TMMD. (Foto: Ariyanto)

TARAKAN, Koran Kaltara – Pelaksanaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-109 tinggal memasuki minggu terakhir. Dibuka sejak 22 September 2020 lalu, pengerjaan sasaran fisik dan non fisik di Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan ditargetkan seluruhnya rampung pada 20 Oktober 2020.

Komandan Kodim 0907 Tarakan, Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto yang juga selaku Dansatgas TMMD ke-109 Tarakan terus memantau progres pekerjaan di lapangan dan optimistis Satgas TMMD bisa menyelesaikan tepat waktu.

Pekerjaan sasaran fisik tambahan, yakni tempat ibadah, satu masjid dan dua gereja sudah selesai 100 persen. Sementara saat ini proses finishing sasaran fisik utama, yaitu jalan dengan panjang 1.100 meter dan jembatan.

“Jalan itu tinggal kurang lebih 100 meter, sementara jembatan sudah mencapai 85 persen. Waktu tinggal tiga hari saja, kami yakin selesai,” tutur Dandim saat meninjau lokasi, Sabtu (17/10/2020).

Dandim mengatakan, khusus untuk jembatan tinggal memperkuat pengecoran beton. Meski dikerjakan dalam waktu singkat, pengerjaan jembatan tidak mengabaikan kualitas.

“Secara umum kalau membangun jembatan ini mungkin dua sampai tiga bulan, dengan bahan dan kualitas yang sama tim satgas TMMD bisa menyelesaikan waktu hanya kurang lebih tiga minggu,” tuturnya.

Tanpa mengabaikan kualitas pelaksanaan pengerjaan sasaran fisik tetap diawasi konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan serta konsultan dari Kodam VI Mulawarman untuk mengawasi pembangunan jembatan.

“Lihat sekarang kita berada di atas sini sama sekali tidak goyang, pondasi cor beton dengan kedalaman 4 meter, kemudian lebar 8 meter dan bentangan juga 8 meter. Jembatan mampu menahan beban 10 ton,” tegasnya.

Dandim menambahkan, jalan dan jembatan yang dibangun satgas TMMD ke-109 nantinya akan menghubungkan dua RT di Kelurahan Karang Harapan yaitu RT 12 dan RT 16, dan akan dirasakan manfaatnya oleh ratusan kepala keluarga.

“Sebenarnya bukan hanya warga sekitar namun secara umum masyarakat Tarakan yang punya kepentingan bisa melewati jalan ini. Jalan ini memperpendek jarak tempuh kurang lebih 7 kilometer,” ujarnya.

Kondisi jalan maupun jembatan sebelumnya adalah rawa dan tidak bisa dilalui kendaraan. Setelah dibongkar dan dikerjakan Satgas TMMD, harapannya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kendalanya sih hujan, saya sudah koordinasi dengan wali kota kalau bisa ditambah agregat untuk jalanya, kalau kondisi kering sudah bisa dilewati, namun jika usai turun hujan kondisinya agak sulit,” jelasnya. (adv)

BACA JUGA: Tim Wasev Pantau Pelaksanaan TMMD ke-109 Tarakan

Reporter: Ariyanto
Editor: Didik

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah