Politik

Timsel KPU Kaltara Hanya Kirim Lima Nama ke KPU RI

Proses seleksi yang dilakukan Timsel KPU Kaltara hingga akhirnya hanya mengirimkan 5 nama calon komisioner ke KPU RI, setelah tahapan seleksi selesai pekan lalu. (Foto: Istimewa)
TARAKAN, Koran Kaltara – Tahapan penjaringan calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara sudah selesai beberapa waktu lalu, Tim Seleksi (Timsel) pun sudah mengirimkan 5 nama ke KPU Pusat. Hal ini dikatakan Ketua Timsel, Yahya Zein. “Selanjutnya, tinggal menunggu informasi dari KPU RI,” katanya, dikonfirmasi via telepon, kemarin (17/12/2018). Untuk diketahui, kelima nama yang lolos…

TARAKAN, Koran Kaltara – Tahapan penjaringan calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara sudah selesai beberapa waktu lalu, Tim Seleksi (Timsel) pun sudah mengirimkan 5 nama ke KPU Pusat. Hal ini dikatakan Ketua Timsel, Yahya Zein.

“Selanjutnya, tinggal menunggu informasi dari KPU RI,” katanya, dikonfirmasi via telepon, kemarin (17/12/2018).

Untuk diketahui, kelima nama yang lolos yaitu, Ketua KPU Malinau Gamaliel Hirung, Hariyadi Hamid Ketua KNPI Tarakan, Teguh Dwi Subagyo yang merupakan Ketua KPU Tarakan, Rustam Akif dan Winarno masih menjabat sebagai komisioner KPU Kaltara saat ini.

Jika merujuk pada aturan yang ada, seharusnya Timsel mengirimkan 10 nama yang lolos seleksi ke KPU RI. Selanjutnya akan dipilih 5 nama dan sisanya akan menjadi cadangan.

Namun, karena sejak awal jumlah pendaftar minim, meski waktu pendaftaran sudah diperpanjang, ditambah lagi memang hanya 5 peserta saja yang lolos dalam semua tahapan seleksi, akhirnya hanya 5 nama saja yang dikirim ke KPU RI.

“Ini kami masih menunggu juga, belum ada informasi karena jadwal penyerahannya kan 12 sampai 14 Desember, kami sudah serahkan langsung ke KPU RI. Saya belum berani berprediksi (soal kemungkinan tambahan nama), yang jelas untuk informasi berikutnya menunggu lagi,” katanya.

Salah satu dosen di Universitas Borneo Tarakan ini juga memastikan, sebagai timsel pihaknya sudah melaksanakan tugas sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan KPU dan petunjuk teknis. Tinggal sesi terakhir menyerahkan hasilnya ke KPU RI, meski hanya 5 nama.

“Yang penting tugas sudah selesai dan kami sudah umumkan. Tahapan berjalan secara terbuka, transparan dan itu yang penting. Selebihnya menunggu,” tandasnya.

Ia juga menegaskan, tahapan seleksi dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip fair play dan profesional. “Dan sesuai dengan regulasi yang ada. Sehingga kami tidak keluar dari jalur regulasi, bahkan tahapan-tahapan yang kita lalui, tanggal per tanggal itu semuanya sesuai dengan tahapan yang ada,” tegasnya.

Artinya, kata dia, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain yang menghentikan proses seleksi karena persoalan dalam tahapan, kata dia, khusus KPU Kaltara hingga seleksi terakhir berjalan sesuai regulasi.

“Saya juga sudah berkoordinasi dengan KPU RI, saat menyerahkan hasilnya dan dipersilahkan. Artinya, pelaksanaan yang kami lakukan sudah sesuai tahapannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 18 Desember 2018