Hukum Kriminal

Tilang Ditiadakan Selama Pandemi

AKP Arofiek Aprilian Riswanto
  • Anggaran Beralih ke Bakti Sosial Covid-19

TARAKAN, Koran Kaltara – Seluruh Satuan Lalu Lintas di Indonesia, dilarang melakukan penilangan di saat pandemi Covid-19 sejak Oktober lalu. Sedangkan di bulan sebelumnya, penilangan dilakukan namun tidak menjadi sasaran utama.

Setiap Polres sebenarnya memiliki anggaran untuk melakukan penilangan. Namun, karena hanya dilakukan penyuluhan dan bakti sosial berkaitan Covid-19, maka anggaran penilangan dilakukan revisi. Kegiatan serupa juga rencananya masih akan dilaksanakan tahun ini, karena masih ada pandemi Covid-19.

“Kita ada bagi masker, beras dan kegiatan bakti sosial lainnya tahun lalu. Kalau tahun ini karena masih dalam masa pandemi, mungkin ada anggaran kami yang bisa diberikan bantuan kepada masyarakat,” kata Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Lantas AKP Arofiek Aprilian Riswanto, Selasa (12/1/2021).

Ia tambahkan, saat ini semboyan Sat Lantas tidak lagi tertib berlalu lintas, tetapi khusus Sat Lantas Polres Tarakan ditambahkan selain patuhi rambu lalu lintas juga patuhi protokol kesehatan (prokes). Berbeda dengan tilang, untuk razia stasioner sudah dilarang untuk dilakukan sejak awal pandemi Covid-19.

Tidak dilakukan razia stasioner, kata Kasat Lantas untuk menghindari penyebaran Covid-19 dan mencegah berkerumunnya orang dalam satu lokasi. Namun, ia pastikan patroli dan disiplin penerapan prokes tetap dilakukan, untuk memastikan Sat Lantas turut serta dalam kegiatan pencegahan Covid-19.

Patroli juga lebih diutamakan disiplin sosial, jika ada pengendara yang melakukan pelanggaran dan tidak dilakukan tilang. Meski, diakuinya, penurunan penilangan bisa memicu terjadinya pelanggaran dan menjadi penyebab kecelakaan. Pihaknya mengurangi tindakan tilang, namun tetap memberikan teguran dan hukuman fisik.

“Kalau tidak membawa helm, kita suruh kembali mengambil helm. Jadi, pelaksanaan penindakan bukan berupa tilang. Penyuluhan, himbauan dan lainnya juga tetap dilakukan,” jelasnya.

Karena adanya Covid-19 ini, denda tilang mengalami penurunan di tahun 2020 dengan nilai Rp319.967.000, dibandingkan tahun 2020 dengan nilai denda tilang Rp625.430.000. Warga yang mendapatkan tilang, sebanyak 4.000 di tahun 2019 dan menurun menjadi 1.876 di tahun 2020. Non tilang, 9.521 kasus di tahun 2019 meningkat di tahun 2020 menjadi 10.357.

“Karena di masa pandemi Covid-19 Polres Tarakan mendapatkan intruksi dari Mabes Polri, untuk penindakan dikesampingkan terlebih dahulu. Jadi, masih menitikberatkan baik penanganan Covif-19 dan mengutamakan preventif maupun preentif dalam kegiatan di jalan raya,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Haryadi

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah