Bulungan

Tiga Orang Terkonfirmasi Positif, Pengawasan Pasar Induk Diperketat

Aktivitas salah satu pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor. (Foto : Dok/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemkab Bulungan melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) pencegahan dan penanganan covid-19 terus memaksimalkan upaya memutus rantai penyebaran virus corona di daerah ini.

Salah satu tempat yang diatensi, sekaligus diperketat pengawasannya adalah di Pasar Induk Tanjung Selor. Karena menjadi salah satu klaster penularan, setelah sebelumnya ditemukan beberaka kasus terkonfirmasi positif covid-19 di lingkungan pasar tersebut.

Sebelumnya pedagang maupun pengunjung terus diperingatkan agar taat protokol Kesehatan. Salah satunya menggunakan masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan. Sebab jika tidak dan kasus bertambah banyak, dimungkinkan pasar ada bisa ditutup.

“Itu (protokol kesehatan) sudah sering kita sampaikan. Bahkan saat ini tim pengamanan di pasar sudah kita maksimalkan. Tinggal orangnya saja bagaimana. Kita juga sudah ada Perbup yang bisa dijadikan dasarnya untuk penerapan disiplin protokol kesehatan itu,” ujar Bupati Bulungan, Sudjati.

Melalui Perbup ini, akan ada sanksi bagi yang melanggar protokol Kesehatan. Baik itu berupa denda maupun sanksi sosial, yang itu pun sudah pernah diterapkan. Dalam hal ini dirinya tak menampik sulit penerapan jika masyarakat tidak mau peduli atau abaikan dan menganggap biasa saja.

“Kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi, nanti kalau sudah kena baru merasa, ya kita harap bisa sama-sama melakukan pencegahan lah,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bulungan Murtina mengatakan, tim pengamanan sudah diaktifkan terus. Dengan kondisi saat ini ia menyakini, warga yang beraktifitas di Pasar Induk sudah mulai disiplin.

“Ya memang sudah ada tiga yang positif di situ (Pasar Induk), tapi sementara aman lah semoga tidak ada penambahan lagi. Dan ini kan sudah sekitar 14 hari, semoga segera sembuh. Sebelumnya kita juga sudah peringatkan, kalau masih bandel kemungkinan ditutup,” katanya, Jum’at (16/10/2020).

Menurut Murtina, rencana penutupan pasar tidak bisa sekaligus, sebab perlu adanya pembahasan bersama terlebih dahulu. Dan untuk itu ia memastikan, sejauh ini belum dilakukan.

“Kan kalau itu, harus ada pertemuan bersama baik deri Disperdagkop, Dinkes, Bupati dan lainnya. Tapi Insya Allah sementara ini masih aman, meskipun kita tetap antisipasi pencegahan penyebaran virus itu. Pengamanan tetap kita maksimalkan,” tandanya. (*)

Reporter: Nurjannah

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah