Tana Tidung

Tiga Hari Hilang, Petugas Pos TNI AL Ditemukan Tersangkut di Bakau

Korban ditemukan meninggal di bakau. (Foto: Istimewa)

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Setelah menghilang selama tiga hari, terhitung sejak Sabtu (21/11/2020), Koptu Totok H (37),  ditemukan meninggal dunia di seberang Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir pada Senin (23/11/2020) sekira pukul 06.30 Wita. Koptu Totok H yang merupakan personel Pos AL Desa Bebatu Kesatuan Lantamal XIII Tarakan ini ditemukan tersangkut pada akar bakau.

Diketahui, Sabtu (21/11/2020) sekira pukul 14.00 Wita, Indra Lastari (24), salah seorang saksi mengatakan, ketika dia pulang makan siang mendapati speedboat bermesin 40 PK milik Pos AL sedang bergerak ke hilir searah dengan Tagboat Buma Rose. Dia mengira ada anggota Pos AL di dalamnya.

“Setelah lima menit berselang, baru menyadari speedboat tidak ada penumpangnya dan speedboat terlihat berjalan sendiri. Indra Lastari ini sempat menanyakan keberadaan petugas Pos AL dan memang tidak ada, lalu berusaha menghubungi nomor telepon korban tapi tidak aktif,” terang Kapolsek Sesayap Hilir, Ipda Marjuki, kepada Koran Kaltara, Senin (23/11/2020).

Sekira pukul 17.30 Wita, personel Polsek Sesayap Hilir bersama personel Koramil, personel BPBD dan masyarakat mendatangi Pulau Sumbing tempat tagboat berjangkar untuk bertemu dengan kapten dan kru tugboat Buma Rose mencari tahu dan mulai melakukan pencarian.

Pada saat itu hanya ditemukan topi milik Totok H di Sungai Peasau oleh Bastiar dan Rahmas alias Can yang ikut melakukan pencarian menggunakan ketinting.

“Pada Sabtu tidak ada hasil, pencarian pun dilanjutkan keesokan harinya Minggu. Pada pencarian Minggu kemarin sekira pukul 07.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita di sekitar perairan Desa Bebatu Supa yang diduga tempat tenggelamnya beliau ini. Hari itu belum ditemukan,” tambah dia.

Tim yang mencari semakin banyak dengan turunnya TNI AL, TNI AD (Koramil Sesayap), Polairud Polda Kaltara, Polsek Sesayap Hilir, BPBD KTT, Puskesmas Sesayap Hilir, PT. Pipit Mutiara Jaya (PMJ), keluarga korban dan masyarakat dengan sasaran pencarian sekitar lokasi terakhir, Sungai Sesayap dan Muara Betayau.

“Dan hari ini (kemarin), Senin (23/11/2020) sekira Pukul 06.15 Wita Koptu Totok H akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, oleh Saudara Papang ketika melakukan pencarian korban dengan menggunakan speed Inka di seberang Desa Bebatu yang mendapati korban terdampar di akar bakau,” tukas Kapolsek.

Setelah ditemukan, sekira pukul 08.30 Wita korban dibawa ke Tarakan untuk dilakukan visum mayat di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) dan sekira pukul 09.53 Wita tiba di Pelabuhan Angkatan Laut/Satral Lantamal XIII Tarakan. Usai dilakukan visum, korban akan dimakamkan di Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir secara militer. (*)

Reporter: Hanifah
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah