Kaltim

Tidak Sesuai Aturan, Stiker di Angkot Dilepas

Petugas Dishub Kota Balikpapan saat melakukan penertiban stiker angkot karena bertentangan dengan peraturan daerah. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Aksi bersih-bersih stiker angkutan kota (angkot) dilakukan oleh jajaran Dinas Perhubungan Kota Balikpapan pada Rabu (13/10) siang. Petugas menyasar angkot di kawasan Terminal Balikpapan Permai dengan melepas stiker dan tulisan yang terpasang.

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan kegiatan tersebut mengacu pada Perda Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Trayek, Perlengkapan Angkutan Umum Orang dan Pakaian Seragam Pengemudi yang dikemukakan Pasal 6 ayat (1).

“Memang dalam Perda tersebut, pengemudi atau angkutan kota tidak boleh memasang stiker-stiker selain yang ditentukan, termasuk iklan,” katanya saat dihubungi media ini.

Dikatakan Dirman (sapaan akrabnya), 50 unit lebih angkot ditertibkan hingga Rabu sore. Kebanyakan stiker terpasang di bagian belakang dan depan angkot. Stiker yang rerata iklan produk langsung dicopot petugas.

“Semua stiker, baik yang kecil atau tulisan selain yang diatur dalam perda seperti logo perusahaan angkutan kota, nomor trayek, jenis angkutan, dan motto kota, selain itu nggak boleh,” tuturnya.

Termasuk tulisan atau logo yang berada di seragam pengemudi juga tidak diperkenankan. Terkecuali pihak perusahaan angkot tersebut bekerja sama dengan Organda dan Dishub.

“Di seragam juga nggak boleh ada tulisan promosi dan sebagainya, kecuali ada kerja sama dengan Organda dan ke kita itu boleh, tapi khusus seragam loh ya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, angkot yang masih terpasang stiker dan tulisan partai politik atau tokoh politik pun juga ditertibkan petugas. Dirman mengatakan untuk angkot tidak diperkenankan memasang stiker partai politik apapun.

“Termasuk itu stiker partai dan sejenisnya. Kalau angkot itu nggak boleh, tapi kalau angkutan pribadi, silakan aja,” pungkasnya. (*)

Sumber: Koran Kaltim

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment