Hukum Kriminal

Tidak Hanya Dicabuli, Polisi Menduga Lebih

Pelaku pencabulan berinisial US (tengah baju kotak-kotak) saat diamankan pihak kepolisian. (Foto : Dokumen/Koran Kaltara)
  • Hasil Visum Menunjukkan Bukti Persetubuhan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Penyidik Sat Reskrim Polres Bulungan, terus melakukan penyidikan terhadap kasus pencabulan yang menimpa Mawar-bukan nama sebenarnya. Pasalnya, polisi menemukan adanya dugaan kejanggalan terhadap kasus pencabulan dengan tersangka berinisial US. Sedangkan berdasarkan berkas acara pemeriksaan (BAP) yang didapatkan melalui interogasi kepolisian, pelaku mengaku melakukan perbuatan tak senonohnya sebanyak empat kali.

Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Belnas Pali Padang melalui Kanit PPA, IPDA M Patria Pratama mengatakan, pihaknya merencanakan akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap korban. Lantaran, korban ternyata mengalami keterbelakangan mental sehingga dalam kasus itu menimbulkan pertanyaan apakah dalam kasus itu ada unsur paksaan atau lain sebagainya.

“Besok (hari ini, red) kita mau bawa korban ke rumah sakit Tarakan (RSUD Tarakan). Kita mau periksa kejiwaan, karena pelaku ini sedikit mengalami keterbelakangan mental. Kita mau tahu seberapa parah keterbelakangan mental yang dialami korban ini. Karena jangan sampai memang ada unsur paksaan dalam kasus ini,” katanya, Selasa (14/1/2020), kepada Koran Kaltara.

Lanjut dia, berdasarkan hasil visum, dalam kasus itu ternyata korban tidak hanya dicabuli. Melainkan, pelaku mengaku sudah menggauli korban layaknya suami istri. Bahkan, dari empat kali aksi tak senonoh yang dilakukannya, semuanya diakui pelaku menyetubuhi korban.

“Kalau hasil visumnya, iya (sudah disetubuhi). Itupun diakui pelaku sama korban. Ini yang mau kita periksa kejiwaan korban. Apakah ada unsur kesengajaan atau pelaku ini memanfaatkan keterbelakangan mental korban sendiri,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan Koran Kaltara, dalam kasus itu, pelaku yang merupakan tetangga korban memberikan upah sebesar Rp10 ribu setelah melakukan aksinya. Untuk lokasi pencabulan yang dilakukan pelaku, dilakukannya di tempat-tempat sepi. Termasuk pernah dilakukan di rumah tante korban.

Untuk diketahui, selama ini korban tinggal bersama tantenya, karena sang ibu sedang mengalami sakit sedangkan ayah korban jarang berada di rumah lantaran bekerja sebagai nelayan.

Pelaku merupakan tukang ojek yang biasanya mengantar korban pergi ke sekolah. Akibatnya pelaku leluasa melancarkan niat jahatnya terhadap korban. Aksi tak senonoh pelaku, terungkap setelah tante korban merasa curiga lantaran korban merasa takut bertemu dengan pelaku. Padahal, kata dia, US selama ini ternyata sudah dianggap seperti orang tua korban.

Pelaku sendiri diamankan di kediamannya di Gang Famili, Tanjung Selor pada Rabu (8/1/2020). Dalam keterangan sementara yang didapatkan kepolisian, pelaku nekat melakukan pencabulan dengan alasan suka sama suka. Namun, menurut polisi, keterangan yang disampaikan itu merupakan keterangan yang tidak masuk akal. Perbuatan tak senonoh dilakukan oleh US sejak mawar masih duduk di bangku sekolah dasar. (*)

Reporter : Ramlan

Editor : Hariadi