Headline

Tidak Ada Kompromi untuk Perdagangan Ilegal

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang.

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, memastikan jika Pemerintah Provinsi Kaltara tidak berkompromi lagi terhadap adanya perdagangan barang Malaysia yang masuk secara ilegal. Atau tidak melalui jalur resmi perdagangan ekspor-impor.

Secara teknis, Pemprov Kaltara tidak akan memberlakukan semacam aturan khusus yang mengakomodir legalitas barang-barang tersebut. Pemprov juga tidak akan mengajukan adanya permohonan khusus kepada pemerintah pusat. Mengingat sudah ada aturan jelas yang diterbitkan Kementerian Perdagangan.

“Kami tidak akan akomodir, tidak akan pernah sama sekali,” kata Zainal saat diwawancarai usai tinjauan ke Pasar Induk Tanjung Selor, Kamis (17/6/2021).

Ia menuturkan, aktivitas perdagangan ilegal yang selama ini masih ada sangat merugikan negara. Karena tidak ada sumbangsih pajak atau bea cukai yang mereka setor secara resmi. Ini pun akan mematikan peluang pedagang yang mau melakukan kegiatan serupa sesuai izin berlaku.

“Saya minta agar dibantu supaya tidak ada lagi. Karena itu sangat merugikan negara,” tegasnya.

Ia pun meminta para oknum pemain bisa mengikuti prosedur yang ada. Baik soal perizinan dan skema perdagangan yang dilakukan. Ini sangat penting agar persoalan klasik yang selama ini terjadi di Kaltara bisa segera terselesaikan.

“Mereka harusnya berupaya mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan. Supaya masuknya barang-barang itu legal. Ada izin edarnya secara resmi,” jelasnya.

Mengenai gudang penyimpanan barang ilegal yang belum lama ini ditemukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kaltara bersama Tim Satgas Pangan Polda Kaltara, Zainal menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Mengingat dalam hal ini tidak ada kewenangan dari lingkup pemerintah daerah.

“Soal adanya temuan pedagang ilegal itu, (proses hukumnya) sudah di luar ranah saya. Tapi sekali saya imbau agar tidak ada lagi seperti itu (praktik perdagangan barang ilegal),” kata Zainal.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya ada tiga gudang barang diduga ilegal yang ditemukan dalam kegiatan pengawasan. Total ada belasan ton komoditi barang Malaysia di sana. Mulai dari gula pasir, daging beku, produk olahan sosis, beras hingga minuman beralkohol.(*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Nurul Lamunsari