Headline

Terus Meningkat, Bisnis Perhotelan Masih Menjanjikan

Kadis Pariwisata Tarakan, Agustina

TARAKAN, Koran Kaltara – Salah atu indikator kemajuan sebuah kota adalah pertumbuhan bisnis perhotelan. Di Tarakan saat ini sudah ada 44 izin operasi hotel. Jumlah ini diperkirakan masih akan tumbuh, mengingat Pemerintah Kota Tarakan sedang gencar membenahi sektor pariwisata, salah satunya pelayanan hotel.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tarakan, Agustina mengatakan, bahwa pihaknya telah mendapatkan instruksi secara langsung dari Wali Kota Tarakan, Khairul untuk membenahi potensi wisata. Terlebuh sektor ini menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk mendatangi Tarakan.

Selain itu, layanan tempat tinggal seperti hotel juga harus memiliki fasilitas yang baik dan beragam kelas sehingga pengunjung bisa datang dan tinggal dengan nyaman selama berada di Bumi Paguntaka. Berdasarkan pantauan dan survei yang dilakukan Dinas Pariwisata Tarakan, tingkat hunian hotel masih bagus, sehingga ada beberapa hotel yang memproses izin penambahan bangunan untuk meningkatkan tingkat hunian.

“Peningkatan jumlah hotel belum ada, masih 44 hotel di Tarakan. Tetapi sudah ada beberapa yang izin menambah jumlah lantai supaya kamar yang tersedia juga meningkat. Dengan demikian, bisnis perhotelan masih bagus di sini. Jika dilihat luas geografis yang hanya memiliki 250 kilometer persegi, jumlah hotel hingga 44 ini tergolong cukup banyak untuk seukuran Tarakan,” terangnya, Senin (27/1/2020).

Lebih lanjut dikatakan Agustina, banyak tamu yang bertanya kepadanya kenapa Tarakan bisa banyak hotel padahal kota kecil. Dia selalu menjawab bahwa visi misi kota ini salah satunya adalah pengembangan sektor pariwisata, sehingga harus ditunjang dengan hotel yang memadai.

“Kemarin pas ada acara Iraw Tengkayu Kementerian Pariwisata takjub karena Tarakan memiliki 44 hotel. Sehingga agenda-agenda nasional harus selalu diselenggarakan di Tarakan, supaya menghidupkan ekonomi masyarakat yang berasal dari sektor pariwisata,” ucapnya.

Tarakan memiliki satu even yang sudah masuk dalam daftar Calender of Event, dimana terdapat 100 kegiatan adat budaya dari seluruh Indonesia yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Termasuk artis untuk penggung hiburan maupun promosi.

“Ini ternyata bisnis hotel di Tarakan masih cerah, belum lagi sebagai kota transit, dimana warga dari Nunukan, Malunai, Tana Ttisung dan Bulungan akan singgah terterlebih dulu di Tarakan,” ungkapnya.

Dalam beberapa hari terakhir, tingkat hunian hotel selalu penuh. Pasalnya, sedang ada kegiatan Imlek yang merupakan tahun baru China. Meskipun di Tarakan hanya digelar secara sederhana, namun nuansa imlek juga terasa sejak Sabtu (24/1/2020). (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Nurul Lamunsari