Kaltara

Terkendala Jaringan, Si Rekap di Perbatasan Tak Lancar

Ketua KPU Kaltara Suryana Al-Islami (kanan) saat memberikan cenderamata kepada salah satu PPK di Pulau Sebatik. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

SEBATIK, Koran Kaltara – Penerapan sistem rekapitulasi elektronik alias Si Rekap yang dicanangkan Komisi Pemiluhan Umum (KPU) banyak mengalami kendala di daerah-daerah perbatasan. Inovasi perhitungan suara yang lebih cepat dan akurat, serta memangkas waktu dan tenaga ini, tidak berjalan efektif di daerah perbatasan Kaltara. Akses jaringan menjadi kendala utamanya.

Hal itu terungkap setelah KPU Kaltara melakukan evaluasi dan monitoring kepada para PPK dan PPS di Pulau Sebatik, Nunukan, Rabu (3/3/2021). “Si Rekap ini kan jadi alat bantu KPU untuk mempercepat proses rekapitulasi sebagai bagian akuntablititas transparansi KPU dalam melaksanakan kerja-kerjanya di tingkat paling bawah di KPPS. Hanya saja, memang yang namanya sistem baru kita terapkan tentu ada kelemahan-kelemahan. Terutama terkendala dengan jaringan,” kata Suryanata.

“Tapi saya kira, KPU sudah mencoba sesuatu agar kedepan akan menjadi sesuatu yang lebih transparan dan lebih cepat kita dapatkan akses informasi terkait hasil pemilihan,” lanjutnya.

Diungkapkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan, para penyelenggara pemilu hingga tingkat bawah sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh KPU. Hanya saja, tidak meratanya layanan jaringan hingga ke daerah-daerah perbatasan, menjadi salah satu kendala maksimalnya inovasi tersebut.

“Sebenarnya teman-teman PPK dan PPS hingga penyelenggaran tingkat bawah (KPPS) mengapresiasi sistem baru yang coba diterapkan pada saat pemilihan serentak. Namun yang namanya sistem baru, pasti adalah kendala-kendala yang dihadapi. Makanya kita temui langsung mereka (PPK, PPS dan KPPS) untuk mendengarkan langsung, apa yang menjadi keluhan mereka terkait inovasi ini,” jelasnya.

Dia tak menapik, keadaan layanan jaringan d provinsi Kaltara ini masih sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah. Menurut dia, perlu ada kebijakan yang diambil oleh pemerintah mengenai layanan jaringan internet. Hal ini demi mempercepat masyarakat untuk mendapatkan informasi dari luar.

Hanya saja, kata dia, inovasi yang dilakukan oleh KPU tersebut, tentu untuk menunjukkan transparansi hasil-hasil dari pemilu serentak. “Kalau terkait dengan jaringan ini, di Kaltara kan memang akses jaringan kita ini tidak maksimal seperti di daerah Pulau Jawa. Makanya kita juga akan memberikan masukan kepada KPU RI terkait penggunaan Si Rekap ini. Perlu kedepannya di maksimalkan komunikasi kepada pemerintah agar menyediakan fasilitas yang memadai terkait jaringan untuk bisa mendukung transparansi pengelolaan penggunaan Si Rekap pada pemilu serentak yang akan datang,” ungkapnya.

Untuk memaksimalkan inovasi ini, Suryanata mengatakan, memang perlu ada inovasi baru lagi. Dalam artian, lanjut dia, inovasi Si Rekap tetap jalan namun dibentuk sebuah zonasi. Sehingga, layanan ini tidak dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Terkhusus untuk wilayah perbatasan, lanjut Surya, pemerintah tidak bisa hanya melakukan pembangunan secara fisik. Namun perlu juga di maksimalkan dengan unsur-unsur pendukung lainnya, seperti layanan jaringan. Dikatakannya, apa yang menjadi kendala dalam inovasi Si Rekap ini, bisa menjadi catatan untuk dlakukan perbaikan guna menyambut pilkada ataupun pemilu serentak yang akan datang. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Edy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah