Hukum Kriminal

Terdakwa Kasus Cuci Uang Diserahkan ke Kejaksaan

Penyerahan tersangka TPPU, Hendro Setiawan di Kejaksaan Negeri Tarakan. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • Hasil Penyidikan BNN dalam Kasus Sabu 2,4 Kilogram

TARAKAN, Koran Kaltara – Tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Hendro Setiawan diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, Rabu (14/10/2020). Perkara Hendro ini merupakan hasil penyidikan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, pengembangan dari pengungkapan sabu 2,4 kg, Oktober 2019 lalu.

Kasi Pidana Umum Kejari Tarakan, Andi Aulia Rahman menuturkan, barang bukti yang disita dari Hendro cukup banyak, sehingga proses tahap 2 cukup lama hingga malam hari. Dalam proses tahap 2, Jaksa terlebih dahulu mencocokkan barang bukti dokumen dengan fisik, seperti tanah, surat kendaraan bermotor hingga rumah dan barang bukti lainnya.

“Barang bergerak, ada mobil 3 unit. Kalau barang tidak bergerak, ada 5 tanah dan bangunan. Ada juga uang di dalam rekening, nilainya Rp22 juta,” jelas Kasi Pidum, Kamis (15/10/2020).

Barang tidak bergerak, tanah dan bangunan milik Hendro ini ada yang berada di luar Tarakan. Bangunan rumah di Kabupaten Bulungan, kemudian sisanya ada di Tarakan. Dari semua asset yang dimiliki Hendro ini cukup besar nilainya dan sudah dicocokkan dengan dokumen yang ada.

“Kalau soal barang bukti ini, kemarin sempat ada yang miskomunikasi, tapi sudah dilengkapi BNN RI,” imbuhnya.

Dalam perkara ini, penelitian dan asas kesetaraan dari BNN RI ke Kejagung. Namun, karena kejadian di Tarakan, jadi sidang dilakukan di Tarakan. Sedangkan untuk Jaksa yang menyidangkan dari Tarakan bekerja sama dengan Jaksa Penuntut Umum dari Kejagung.

Seluruh asset yang disita ini, selanjutnya di persidangan Hendro yang akan membuktikan bahwa asset yang disita ini tidak berkaitan dengan perkara narkotika yang menjeratnya sebelum ini. Karena perkara ini TPPU, beban pembuktian ada di tersangka.

“Apakah barang yang disita itu mereka bisa membuktikan bahwa bukan hasil dari kejahatan. Kalau memang bisa dibuktikan, nanti putusan dari Majelis Hakim ya dikembalikan kepada terdakwa,” jelasnya.

Namun, jika tidak bisa dibuktikan maka semua barang bukti akan dirampas negara untuk dilelang. Dalam perkara ini, Hendro disangkakan pasal kumulatif, pasal 137 huruf a,b Undang undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, pasal 3, pasal 4 dan pasal 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan indak pidana pencucian uang .

“Setelah kita terima ini, jangka waktu masa penahanan 20 hari untuk kita melakukan penelitian berkas. Jika perlu ada pemeriksaan tambahan maka akan kita lakukan. Tapi, sesegera mungkin akan kita limpahkan ke Pegadilan Negeri Tarakan, dalam waktu paling lama 15 hari,” tandasnya.

Untuk diketahui, Hendro sebelumnya menjadi terdakwa kasus 2,4 kg sabu dan divonis pidana penjara seumur hidup. Vonis dibacakan Selasa (4/8), di Pengadilan Negeri Tarakan melalui sidang telekonfrence. Hendro dan kuasa hukumnya, langsung menyatakan banding di persidangan, usai vonis dibacakan. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Hariadi

 

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah