Bulungan

Tepian Sungai Kayan akan jadi Pusat Kegiatan Birau

Tepian Sungai Kayan menjadi salah satu opsi tempat pagelaran Birau Bulungan 2022. (Norjannah)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Rencana pagelaran Birau atau festival budaya dalam rangka peringatan hari jadi Kota Tanjung Selor ke 232 dan Kabupaten Bulungan ke 62 Tahun 2022, mulai dipersiapkan.

Informasi dihimpun, jika biasanya kegiatan berfokus di Lapangan Agatis Tanjung Selor, nantinya direncanakan kegiatan Birau akan berfokus di sekitar Tepian Sungai Kayan.

Meski masih relatif lama, persiapan teknis sudah mulai dilakukan. Termasuk rencana tempat dan juga agenda kegiatan yang akan mengisi perhelatan Birau yang puncaknya dilaksanakan pada 12 Oktober.

Beberapa hal yang khas pada perayaan Birau, stand pameran budaya, panggung hiburan dan juga ritual adat.

Sekda Bulungan Risdianto, saat dikonfirmasi hal tersebut mengatakan, sementara ini masih membahas berbagai agenda dari masing-masing bidang teknis yang sudah dibagi.

Dalam pelaksanaannya juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Bulungan.

“Ada beberapa opsi yang kita lakukan dalam rangka pelaksanaannya, secara teknis kita sudah bahas. Selanjutnya hanya tinggal kita laporkan lebih lanjut kepada Pak Bupati,” ujarnya ditemui Selasa (21/6/2022).

Berharap suasananya berbeda, tepian Sungai Kayan menjadi opsi pagelaran Birau tahun ini. Meskipun alternatif lain juga dipersiapkan.

Dalam pelaksanaan, Pemkab akan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada.

“Mana yang lebih memungkinkanlah, tentunya kita menyesuaikan kemampuan keuangan kita, jangan sampai kita memaksakan lah. Birau ini adalah momentum kebersamaan, maka itu yang kita isi. Tepian ini rencananya di jalur menuju Hotel Luminor (Sabanar Lama). Itu salah satu alternatifnya, tapi bukan di tamannya,” ungkap dia.

Terkait pembiayaan tak hanya mengandalkan sumber keuangan dari internal Pemkab, tetapi juga eksternal.

Berapa kebutuhan untuk Birau, ia tak menyebutkan detail, karena hal ini langsung melalui Asisten I, sebagai Ketua pelaksanaan Birau.

“Ini ada beberapa skema yang diambil, tentu kita mencoba untuk efisiensi yang harus dilakukan, sejalan dengan kemampuan keuangan yang kita miliki saat ini. Tentunya kita juga melibatkan seperti halnya CSR, dalam berpartisipasi untuk menyukseskan kegiatan tersebut,” jelasnya.
Ada banyak agenda kegiatan yang rencananya digelar, apa saja itu akan dipublish setelah mendapat persetujuan dari Bupati Bulungan Syarwani.

Seperti diketahui Birau Bulungan terakhir digelar pada 2014 lalu, setelahnya terkendala, termasuk 2 tahun terakhir karena pandemi Covid-19.

“Pastinya kita tahu, pandemi saja suda 2 tahun terakhir terjadi. Kegiatan terbatas, tentunya masyarakat saat ini juga mendambakan adanya hiburan, apalagi dalam Birau adalah bagaimana aspek kebudayaan yang akan kita tonjolkan. Itu juga momentum penting, sebagai sarana melestarikan budaya. Momentumnya sangat pas setelah 2 tahun lebih kita vakum,” katanya. (*)

BACA JUGA:

Reporter: Nurjannah
Editor: Edy Nugroho

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment