Gaya Hidup

Tengkayu I Butuh Tambahan Anggaran Rp30 Miliar

Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan, Kaltara sedang dilakukan pembangunan khususnya di sisi laut. (Foto: Fathu Rizqil Mufid)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara –  Pemprov Kaltara terus melakukan percepatan pembangunan di berbagai sektor, salah satunya perhubungan. Tidak hanya bandara, pelabuhan juga terus dibenahi seperti Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Dari informasi yang diterima media, progres pembangunan pelabuhan tersebut khususnya yang jalur menuju laut, akan dilakukan pengecoran. Meski demikian, Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Taupan Madjid…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara –  Pemprov Kaltara terus melakukan percepatan pembangunan di berbagai sektor, salah satunya perhubungan. Tidak hanya bandara, pelabuhan juga terus dibenahi seperti Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

Dari informasi yang diterima media, progres pembangunan pelabuhan tersebut khususnya yang jalur menuju laut, akan dilakukan pengecoran.

Meski demikian, Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Taupan Madjid mengatakan, untuk pengembangan pelabuhan masih dibutuhkan anggaran sebesar Rp30 miliar.

Besaran anggaran tersebut bakal diajukan tahun depan. Pasalnya penambahan dana itu untuk sisi laut sekaligus pembangunan terminal pelabuhan.

“Pembangunan sisi laut harus selesai pada 27 Desember ini. Bila melihat progresnya, tinggal proses pengecoran saja. Tapi untuk lebih idealnya lagi memang masih butuh tambahan anggaran,” ujarnya,  Selasa (25/12/2018).

Penambahan dana tersebut juga diperuntukkan terminal pelabuhan, baik sisi kedatangan maupun keberangkatan. Terminal yang dibangun agar lebih representatif dari yang ada saat ini. Pembangunan pelabuhan menyesuaikan masterplan yang telah dibuat. Termasuk juga untuk pejalan kaki, dibangun secara maksimal.

“Kita berharap tahun depan bisa rampung dan benar-benar dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat,” harapnya.

Untuk sementara ini, telah dibangun jalur khusus pejalan kaki berkonstruksi kayu. Hal tersebut agar tidak mengganggu kendaraan yang masuk ke pelabuhan.

Namun, Taupan mengakui, proses pembangunan terkendala dengan aktivitas di pelabuhan, karena pelayanan penumpang yang menggunakan speedboat antarkabupaten juga tetap berjalan.

“Kita berharap masyarakat tetap bersabar, yang kemungkinan terganggu dengan pengerjaan ini. Pasti ada ketidaknyamanan, tapi kami berusaha pengerjaan bisa segera selesai supaya bisa dinikmati pelabuhan yang lebih representatif,” ungkap Taupan.

Selain itu, Dishub juga berencana di tahun depan akan ada pengadaan bus sebanyak tiga unit. Aramada itu berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada penumpang, baik yang datang maupun yang berangkat.

“Adanya bus itu, agar lebih tertib dan kendaraan yang masuk ke pelabuhan pun akan diatur,” ujarnya.

Bahkan, kendaraan umum yang masuk ke pelabuhan sudah tak diperkenankan. Namun harus diparkir di tempat yang telah disiapkan nanti. Pasalnya, menurut Taupan, bila kendaraan terparkir di tempat yang telah disiapkan maka dapat menambah pendapatan asli daerah.

“Kalau pembangunan sudah selesai, pelabuhan itu ditata kembali sehingga lebih tertib,” pungkasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 26 Desember 2018

About the author

Avatar

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment