Tarakan Hanya Mampu Cukupi 25 Persen Kebutuhan Pangan
Aktivitas petani Tarakan memanen padi di sawah (Sofyan/Koran Kaltara)
TARAKAN, Koran Kaltara – Meskipun di Tarakan ada kelompok tani yang fokus mengembangkan padi sawah, namun produksinya baru sekitar 4,5-5 ton per hektare sekali panen. Sehingga baru mampu memenuhi kebutuhan pangan di Bumi Paguntaka sebesar 25 persen, termasuk budidaya hortikultura, perikanan, dan peternakan. Sedangkan 75 persen kebutuhan pangan masih didatangkan dari luar Tarakan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan, Eddy Suriansyah mengungkapkan, hasil panen padi di Tarakan selama tahun 2024 sebanyak 83,31 ton. Sedangkan kebutuhan beras per minggu mencapai 401,24 ton, dengan neraca mingguan ketersediaan kebutuhan mencapai 1.716,36 ton.
“Rata-rata produksi per hektarenya 4,5 sampai 5 ton dengan berbagai macam varietas, seperti inpari dan biosalin. Sebenarnya semua jenis varietas cocok dikembangkan di Tarakan. Masing-masing varietas ada keunggulannya dari tingkat produksi dan lain sebagainya,” ungkap Eddy, Senin (20/1).
Di Tarakan terdaftar ada 7 kelompok tani yang berkonsentrasi pada padi sawah, selebihnya mengembangkan hortikultura. Ada juga kelompok tani yang ingin mengembangkan padi sawah, tetapi lahannya belum siap. Dari 7 kelompok ini, menghasilkan 83,31 ton per tahun, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan di Tarakan.
“Berdasarkan laporan bidang ketahanan pangan, neraca bahan makanan kita selama 2024 itu sebesar 75 persen bahkan 80 persen didatangkan dari luar. Tarakan hanya mampu memenuhi kebutuhan sebesar 25 persen. Itu sudah termasuk padi, sayuran, dan lain sebagainya,” ucapnya.
Keterbatasan lahan, dan jumlah penduduk yang terbilang cukup banyak, memaksa harus mendatangkan bahan pangan dari luar, terutama dari Jawa dan Sulawesi. Meskipun demikian, Pemerintah Kota Tarakan terus berupaya meningkatkan produksi pertanian, dengan mencarikan sumber bantuan dari pemerintah pusat, seperti benih, pupuk, pembinaan, dan peralatan pertanian. (*)
Reporter: Sofyan
Redaktur: Nurul Mujib Lamunsari
BERITA TERKAIT
Berita terkait tidak ditemukan!