Bulungan

Tarakan-Bulungan Sepakati Lahan eks Transito

Bupati Bulungan Sudjati, bersama Wali Kota Tarakan Sofian Raga, menandatangani kesepakataan serah terima aset Pemkab Bulungan yang berada di Tarakan.  (Foto : Nurjannah/ Koran Kaltara)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Setelah berproses lama, persoalan tarik ulur serah terima aset eks Transito milik Pemkab Bulungan di Tarakan akhirnya tuntas. Antara Pemkab Bulungan dan Pemkot Tarakan telah membuat kesepakatan. Meski tidak semuanya, sebagian lahan eks Transito milik Pemkab Bulungan yang selama ini ditempati oleh warga Tarakan, akhirnya dikembalikan. Sementara sebagian lain dihibahkan…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Setelah berproses lama, persoalan tarik ulur serah terima aset eks Transito milik Pemkab Bulungan di Tarakan akhirnya tuntas. Antara Pemkab Bulungan dan Pemkot Tarakan telah membuat kesepakatan.

Meski tidak semuanya, sebagian lahan eks Transito milik Pemkab Bulungan yang selama ini ditempati oleh warga Tarakan, akhirnya dikembalikan. Sementara sebagian lain dihibahkan kepada Pemkot Tarakan.

Sebagian lahan eks transito yang ada di Kampung Enam Tarakan Timur itu, dihibahkan karena sudah ada bangunan kantor Kelurahan Kampung Enam. Sementara  aset yang dikembalikan kini digunakan untuk asrama mahasiswa asal Bulungan yang kuliah di Tarakan.

Penyerahan hibah ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepakatan serah terima aset antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dengan Pemerintah Kota Tarakan, di Tanjung Selor, Senin (17/12/2018) lalu. Hal itu juga merupakan tindaklanjut Pemkab Bulungan dengan adanya surat permohonan hibah dari Pemkot Tarakan sebelumnya.

“Terkait hibah itu dan persoalan didalamnya sudah kita selesaikan. Termasuk untuk yang kelurahan itu, karena sudah dibangun. Kita bersedia untuk menghibahkan lahannya, ini intinya tidak ada masalah karena sama-sama pemerintah juga yang menggunakan. Tentunya kita berharap aset yang telah diserahterimakan dapat dipelihara dan dikelola dengan baik, sehingga menunjang kinerja pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati Bulungan Sudjati.

Ditemui terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan Drs Syafril mengatakan, guna mendukungan kinerja sesama pemerintah maka akhirnya diputuskan lahan tersebut dihibahkan. Sayang, Sekkab tak menyebutkan luasan secara detail.

“Ini persoalan lama, kemudian kita selesaikan. Tantunya juga itu untuk menunjang kinerja pelayanan pemerinah, kita sama-sama mendukunglah, itu juga untukkepentingan umum,” kata Syafril.

Ditegaskannya, tidak ada lagi persoalan terkait lahan dan fasilitas milik Pemkab Bulungan yang ada di Tarakan itu. “Kita berharap sinergi pembangunan itu ada, bukan hanya di Bulungan tetapi antara kabupaten kota juga. Kita sama-sama mendorong upaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Mahasiswa Sudah Tempati Asrama Dua Bulan

Setelah dikosongkan oleh  penghuni sebelumnya, sejak dua bulan terakhir rumah yang ada di lahan eks Transito milik Pemkab Bulungan di Tarakan, telah ditempati oleh sejumlah mahasiswa.

Sekretaris Kabupaten  (Sekkab) Bulungan Drs Syafril mengatakan, para mahasiswa mulai menempati asrama tersebut setelah dikosongkan dan kemudian dilakukan rehab.

Meski telah ditempati, sampai saat ini masih ada dilakukan rehab terhadap beberapa fasilitas lainnya.

“Sudah selesai (permasalahan eks Transito), sejak sekitar dua bulan lalu sudah ditempati mahasiswa. Karena itu memang untuk asrama,” ujarnya. Rehab keseluruhan, diharapkan Syafril, tahun ini harus selesai pada Desember nanti.

Disinggung agenda pembangunan asrama baru secara menyeluruh,  dirinya mengaku, hal itu sudah masuk dalam perencanaan.

“Sebenarnya sejak 2018 ini sudah kita masukan perencanaan, hanya saja karena anggaran tak mumpuni, sehingga belum bisa terealisasi. Mungkin bisa geser ke tahun berikutnya. Saat ini direhab saja dulu, paling tidak sudah bisa dimanfaatkan untuk asrama,” jelas dia.

Terkait dengan penempatan asrama itu, Syafril mengingatkan kepada mahasiswa yang menempati asrama, untuk bisa merawat dan menjaga. Sebab seperti diketahui sebelumnya, sejumlah mahasiswa itu meminta agar Pemkab Bulungan menyediakan asrama.

Hal itu sejak sekitar 2017 lalu, pasca mahasiswa asal Bulungan tak lagi memilik asrama. Sehingga  oleh Pemkab Bulungan mengupayakan bangunan pengganti permanen, setelah sebelumnya hanya berupa rumah sewa.

“Pastinya yang sudah ada fasilitas ini, agar dijaga. Dan anggap saja itu milik sendiri, rasa memiliki itu penting, karena berdampak pada pemeliharaan secara utuh. Kita ini kadang susah, karena merasa bukan miliki sendiri sesuka hati saja, padahal itu yang penting,” pungkasnya. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Edy Nugroho

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 21 Desember 2018