Bulungan

Tanjung Selor Belum Dapat Rekomendasi PTM

Satuan sekolah di Tanjung Selor sementara belum mendapat rekomendasi untuk menggelar PTM. (Foto : Nurjannah)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sembilan dari 10  kecamatan yang ada di Bulungan sudah mendapat rekomendasi untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sementara Kecamatan Tanjung Selor masih belum mendapat rekomendasi karena kasus Covid-19 di Ibukota Kaltara ini masih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bulungan, Jamaluddin Saleh mengatakan, pelaksanaan PTM di jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sementara ini berlangsung terbatas. Sejauh ini, PTM di sembilan kecamatan yang sudah berjalan tidak menemui kendala berarti.

Menurutnya, PTM digelar sesuai ketentuan berlaku dengan waktu pembelajaran masih dibatasi.

Berdasarkan Inmendagri, Tanjung Selor yang berstatus PPKM level 3, semestinya sudah bisa menggelar PTM. Namun berdasarkan hasil koordinasi sementara pelaksanaan PTM di  Kecamatan Tanjung Selor masih ditunda.

“Sementara, pertimbangannya Tanjung Selor belum, karena kasus masih tinggi. Tapi, Alhamdulillah akhir-akhir ini sudah melandai, semoga segera PTM juga lah,” ujarnya.

Agar bisa meggelar PTM, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh Satuan Pendidikan. Diantaranya wajib memenuhi surat rekomendasi Satgas Covid-19 setempat.

Kemudian ada persetujuan Komite Sekolah dan orangtua siswa. Lalu berpedoman SOP yang disusun oleh satuan pendidikan. Termasuk menyusun jadwal pengaturan kelas/ shift belajar berdasarkan rombongan belajar.

“Alhamdulillah, sejauh ini pelaksanaan berjalan lancar. Tak ada proses PTM yang dihentikan karena ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Beda waktu awal pernah terjadi di Metun Sajau dulu itu, ketika ditemukan kasus seketika itu kita dihentikan,” jelasnya.

Seperti diketahui, 9 kecamatan yang telah mengelar PTM, diantaranya, Kecamatan Tanjung Palas, Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas Utara, Sekatak, Peso, Peso Hilir dan Bunyu.

Terpisah, Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, pihaknya tak berani mengambil risiko lebih jauh, sehingga sementara Tanjung Selor belum direkomendasikan menggelar PTM.

“Kita lihat kasus aktif masih tinggi. Kita juga tak mau mengambil risiko, jika tetap dibuka khawatir akan menambah klaster baru,” katanya

Bagi yang mengelar PTM, wajib disiplin prokes sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Syarwani berharap semua penyelenggara pendidikan, bersama tim satgas tetap tetap melakukan pengawasan.

“Jika ada keluhan, baik kepada wali murid atau pihak sekolah pada saat menggelar PTM oleh murid, jangan ditutupi, tapi harus segera melapor agar cepat diberi tindakan. Ini perlu kerja sama semua pihak,” pungkasnya. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Hariadi