Headline

Tambang Ilegal Memakan Korban

PENCARIAN : Tampak beberapa warga bersama dengan kepolisian melakukan pencarian terhadap korban tambang emas di Sekatak. (Foto : Istimewa)
  • Lima Orang Tewas Tertimbun di Lubang Bekas Galian

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan kembali memakan korban pada Minggu malam (18/10/2020). Lima penambang emas tewas tertimbun di lubang bekas galian dalam aktivitas tambang tersebut.

Dikonfirmasi Koran Kaltara, Senin (19/10/2020), Camat Sekatak, Ahmad Safri membenarkan kejadian ini. Musibah yang menelan korban jiwa itu terjadi di Nipa-Nipa, perbatasan antara Desa Sekatak Buji dan Desa Buang Baru Kabupaten Tana Tidung (KTT). “Benar pak (penambang tewas tertimbun). Katanya masih ada korban yang masih dicari,” ungkap Safri saat dikonfirmasi via telepon.

Sementara itu, Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono melalui Kabid Humas AKBP Budi Rachmat juga membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, ada lima orang yang menjadi korban. Satu korban berhasil dievakuasi, sementara empat orang lainnya masih dalam proses pencarian.

“Info dari Pak Kapolres (AKBP Teguh Triwantoro) benar. Ada korban jiwa juga. Kalau berdasarkan laporannya, ada lima orang yang menjadi korban,” kata Budi.

Untuk kronologisnya, Budi mengungkapkan, kelima penambang itu terjebak di dalam lubang bekas galian. Berdasarkan keterangan sementara yang didapatkan dari saksi, kelima korban sebenarnya sudah diingatkan untuk segera keluar dari lubang tambang. Peringatan itu lantaran kondisi air sedang pasang.

Namun ternyata, kelima korban tersebut tidak menghiraukan peringatan dari rekannya yang berada di luar lubang. Pada saat air sudah mulai melimpah, air masuk ke lubang yang sudah lama ditinggalkan. Lalu, genangan air merembes ke lubang di mana kelima korban sedang melakukan aktivitas penambangan.

Air pun memenuhi seluruh ruang lubang yang terdapat para penambang. “Air yang masuk ke dalam lubang itu, membawa lumpur. Akhirnya, kelima korban terjebak lantaran tertimbun. Kalau keterangannya (saksi) juga, di dalam lubang memang licin dan korban diduga sulit untuk keluar,” kata Budi.

Untuk korban yang berhasil dievakuasi, diketahui berinisial AR (23). Sementara untuk 4 korban lainnya, hingga saat ini masih belum diketahui identitasnya. Korban (AR) berhasil dievakuasi setelah kepolisin bersama dengan warga menggunakan bantuan alat berat dan alat penyedot air.

Dalam proses pencarian, kata Budi, beberapa hambatan memang dialami pihak kepolisian bersama dengan warga. Selain air yang terus pasang di sekitar lokasi, kedalaman galian lubang tempat korban terjebak hingga 25 meter. “Satu sudah dievakuasi (meninggal) dan empat sisanya masih dicari. Kedalaman lubang sekitar 25 meter. Anggota kita juga masih ada di lapangan untuk mencari,” pungkasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

 

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah