Hukum Kriminal

Tak Hanya Banting Anak Istri, Pria Ini Juga Ancam Polisi Pakai Sajam

Oknum ASN Satpol PP dan PMK Tarakan berinisial WN diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya. (Foto: Ilustrasi/pixabay.com)

TARAKAN, Koran Kaltara – Tak cukup dengan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, seorang oknum ASN di Satpol PP dan PMK Tarakan berinisial WN juga mengayunkan senjata tajam jenis mandau kepada aparat kepolisian yang hendak mendatanginya guna memproses pengaduan istri WN, Senin (22/11/2021) sekitar pukul 21.30 Wita.

“Kami terima laporan dari istri WN, sekira pukul 21.00 Wita melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Dari laporan istri WN, ia dan anaknya mendapat tindakan kekerasan di rumahnya di Gang Kenanga RT 31, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah,” ujar Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Aldi, Rabu (24/11/2021).

Dalam laporan tersebut, WN dilaporkan mendorong kemudian membanting istri dan anaknya.

Berdasarkan laporan ini, piket Reskrim dan penjagaan mendatangi rumah WN untuk menindaklanjuti laporan istrinya.

Setibanya di rumah WN, anggota polisi diadang dan WN memberikan perlawanan menggunakan mandau yang diayunkan ke arah anggota polisi.

“Tersangka langsung kami amankan. Syukurnya anggota tidak ada yang terluka,” jelasnya.

Aldi menerangkan, WN sebenarnya sudah tersangkut dalam laporan KDRT. Namun pihaknya tidak melakukan penahanan karena terbentur dengan aturan ancaman pidana di bawah 5 tahun.

Aldi menjelaskan, WN diproses hukum untuk pengancaman menggunakan sajam kepada polisi dan disangkakan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Selain itu juga dikenakan pasal 335 KUHP.

“WN sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Tapi, terkait motifnya masih kami dalami. Kejadian KDRT ini berulang-ulang kali terjadi, ditambah lagi WN sudah mengancam anggota. Saksi juga akan kami periksa dari warga sekitar di TKP ataupun dari anggota polisi,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan, Hanip Matiksan saat dikonfirmasi membenarkan salah satu anggotanya terlibat dalam dugaan KDRT.

Mesti WN diamankan saat jam dinas, pihaknya tetap mendukung anggota Polri dalam memproses secara hukum.

“Saya setuju proses secara hukum. Tidak ada tebang pilih. Memang dia ASN. Tapi kalau melawan petugas, proses secara hukum,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment