Bulungan

Tak Ditemui Gubernur, Mahasiswa Kecewa

Tampak mahasiswa di depan kantor Gubernur Kaltara, Senin (3/5/2021). (Foto : Ramlan)
  • Gelar Demo Rangkaian Hardiknas dan May Day

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Berkaitan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan May Day atau hari buruh internasional, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi parlemen jalanan melakukan aksi demontrasi, Senin (3/5/2021). Aksi dilakukan di depan Kantor Gubernur Kaltara.

Ada 12 tuntutan mahasiswa yang disampaikan dalam aksi tersebut. Namun sayang, kedua pimpinan daerah, Gubernur Kaltara H Zainal Arifin Paliwang dan Wakil Gubernur Yansen TP, tidak ada yang menemui mereka. Hal ini membuat mahasiswa kecewa.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Zulfikar mengatakan, enam di antara tuntutan itu merupakan tanggapan terhadap peringatan May Day dan sisanya merupakan tuntutan di momentum Hardiknas. Untuk tuntutan May Day di antaranya cabut omnibuslaw Ciptaker.

“Perlakukan upah minimum sektoral kabupaten/kota dan cabut pemberlakuan upah minimum provinsi. Mendesak pemerintah untuk tegas kepada perusahaan terkait penertiban amdal,” sambung Korlap.

Selanjutnya, kata Zulfikar mendesak Pemprov untuk memperjelas legalitas TKA (tenaga kerja asing) di Kaltara serta mendesak pemerintah untuk tegas kepada perusahaan terkait penyaluran THR.

“Khusus untuk THR, ini tidak bisa molor alias terlambat dari batas yang ditentukan dan tidak boleh di cicil. Karena ini menyangkut dari kewajiban perusahaan dan hak dari buruh,” tuturnya menambahkan.

Sementara untuk tuntutan menanggapi peringatan Hardiknas, ada enam poin juga yang dituntut mahasiswa. Di antaranya adalah mewujudkan pendidikan gratis di Kaltara, mendesak pemerintah untuk berkomitmen mensejahterahkan tenaga pendidik di Kaltara.

Sekaligus juga, tegas Zulfikar, mahasiswa meminta agar Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021, tentang standar nasional pendidikan dicabut. Selanjutnya mahasiswa juga meminta agar pemprov bisa meningkatkan perguruan tinggi yang ada di Ibukota Tanjung Selor.

“Dan kami meminta Pemprov untuk memberikan transparansi alokasi anggaran pendidikan serta memfokuskan pelajaran muatan lokal untuk mengangkat kearifan lokal yang ada di Kaltara,” lanjutnya.

Lebih jauh dijelaskannya, tidak adanya Zainal Arifin Paliwang sebagai Gubernur dan Yansen TP sebagai Wakil Gubernur yang menemui peserta demo, ditanggapinya dengan rasa kekecewaan. Karena surat pemberitahuan aksi tersebut, sudah disampaikan jauh sebelum aksi dilakukan.

“Kita kecewa terhadap gubernur yang tidak ada tempat. Sedangkan surat yang kita layangkan ke Polres (Bulungan) sudah jauh-jauh hari,” tegasnya.

Puluhan aparat kepolisian serta   jajaran Satpol PP Kaltara melakukan pengamanan hingga massa aksi membubarkan diri. Aksi demo itu bisa bubar setelah Plh Kadisdik Kaltara, Teguh Henri dan Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja, Disnakertrans Kaltara, Asnawi, serta Kepala Satpol PP Kaltara, Hari Kuncoro. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah