Bulungan

Tak Ada Panic Buying Selama Pandemi Covid-19

Direktur Krimsus Polda Kaltara, Kombes Thomas Panji Susbandaru saat ditemui di ruangannya. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Polisi Amankan Penimbun Alat Kesehatan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara selama ini belum menemukan adanya panic buying (memborong barang karena kepanikan) akibat wabah atau pandemi Covid-19. Polisi menyebut, situasi di pusat perbelanjaan di Kaltara masih dalam kondisi normal.

“Tidak ada (panic buying) selama ini yang kita temukan. Semuanya berjalan normal seperti biasanya. Paling ramai, kalau misalnya memang pas waktunya untuk belanja. Yang dibelanjakan juga pun, normal-normal saja,” ujar  Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono, melalui Direktur Krimsus, Kombes Thomas Panji Susbandaru.

Ia mengatakan, bersama instansi terkait dari pemerintah maupun TNI, sejauh ini telah intens melakukan pengecekan di tempat-tempat pusat perdagangan seperti pasar, hingga mini market. Pengecekan semakin intens dilakukan pihaknya, semenjak Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengeluarkan edaran agar pedagang untuk membatasi transaksi penjualan bahan pokok.

Disebutkan, berdasar Surat Edaran B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim, disebutkan beberapa bahan pokok yang dilakukan pembatasan pembelian, di antaranya adalah beras maksimal 10 kg, gula 2 kg, minyak goreng 4 liter, dan mie instan maksimal dua dus.

“Setelah keluarnya edaran itu, anggota kita semakin intens melakukan pengecekan di lapangan. Karena jangan sampai banyak oknum-oknum yang memanfaatkan situasi sekarang (wabah Covid-19) sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” katanya.

Namun, kata Thomas, beberapa kasus berhasil diungkap selama wabah Covid-19 baru-baru saja melanda di Kaltara. Di antaranya beberapa kasus penimbunan beberapa alat kesehatan (alkes) seperti masker yangvberhasil diungkap kepolisian.

Karena memang, kebutuhan masker saat Covid-19 baru melanda,  langsung menjadi perhatian pihaknya.

“Kalau kasus Alkes memang ada beberapa yang kita ungkap. Tapi kita berikan pemahaman kepada oknum itu. Apalagi kan, waktu baru-baru (melanda) Covid-19 di Kaltara, kebutuhan masker itu sangat membludak. Makanya banyak oknum yang berniat memperoleh keuntungan besar. Tapi berhasil kita ungkap juga,” jelasnya.

Untuk saat ini, kata dia, situasi selama pandemi Covid-19 sudah berangsur normal kembali. Fenomena panic buying yang sempat menjadi perhatian, mulai kembali normal lagi.

Kepolisian juga, lanjut Thomas secara intens melakukan pengecekan demi memastikan agar sembako selama pandemi Covid-19 tidak mengalami kelangkaan. Begitu juga dengan kebutuhan masker, diakuinya saat ini sudah mulai mudah untuk didapatkan di pasaran.

“Kita kan memang selalu cek. Stok sembako kita ingatkan supaya selalu terpenuhi terus. Begitu juga dengan masker sekarang, sudah banyak yang di jual. Jadi sudah tidak ada lagi kasus-kasus penimbun alkes ataupun panic buying,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah