Headline

Tahap Kedua Vaksinasi Dilakukan Massal

dr. Witoyo

TARAKAN, Koran Kaltara – Proses vaksinasi Sinovac tahap kedua akan dilakukan secara massal kepada TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara, pelayanan publik, pekerja profesional, dan lain sebagainya. Berbeda dengan pelaksanaan vaksin kepada tenaga kesehatan yang terpusat di fasilitas kesehatan, pada tahap kedua ini akan dilakukan secara massal.

“Massal caranya saja. Kalau kemarin tahap satu itu kan terkendala datang satu-satu ke fasilitas kesehatan yang ditunjuk, sehingga prosesnya lama. Oleh karena itu, tahap berikutnya atau kedua akan dibuat massal supaya lebih cepat. Tenaga juga cepat karena sekalian kerjanya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tarakan, dr. Witoyo kepada Koran Kaltara, Senin (22/2/2021).

Untuk itu, perlu adanya pos-pos pemberian vaksin. Seperti di pusat perbelanjaan atau pasar. Sedangkan untuk ASN, bisa di gedung serbaguna maupun yang berada di lingkungan Kantor Wali Kota Tarakan.

“Kita mendekatkan ke sasaran, atau mendatangi sasaran yang divaksin. Atau sama-sama datang  ke pos-pos yang sudah disiapkan untuk melakukan penyuntikan vaksin Sinovac secara massal. Kalau pasar, kita datangi dan buat pos di sana. Kalau untuk pegawai, bisa langsung drop ke suatu tempat dan langsung disuntik secara bergantian,” bebernya.

Disinggung mengenai sanksi bagi warga yang menolak vaksin, Witoyo mengaku belum membaca secara tuntas surat edaran yang dia terima. Namun ada tiga jenis sanksi yang menanti bagi warga yang menolak untuk divaksin. Sedangkan bagi ASN, wajib membuat surat pernyataan, jika tidak mau disuntik vaksin Sinovac ini.

“Tiga jenis sanksi ini saya belum baca ya. Tetapi intinya kalau masyarakat tidak mau disuntik vaksin, maka akan rugi karena ini kesempatan gratis. Ke depan belum tentu ada lagi. Mari kita manfaatkan dengan baik kesempatan ini. Apalagi presiden, ulama, tokoh masyarakat, kepala daerah sudah divaksin dan tidak terjadi apa-apa. Ini adalah upaya untuk menjaga kesehatan secara nasional, supaya sama-sama terbebas dari Covid-19,” papar Witoyo menegaskan.

Sedangkan untuk jumlah, berapa dosis yang akan diterima Tarakan dalam tahap kedua ini, dirinya mengaku belum ada informasi karena masih menunggu dari pemerintah pusat. Nantinya, pemerintah pusat akan membagikan data penerima vaksin, selanjutnya daerah akan melakukan verifikasi ke lapangan.

“Kira-kira berapa nantinya yang akan divaksin tahap kedua, kita belum ada gambaran. Yang mana dulu yang akan diprioritaskan mendapatkan vaksin, juga belum ada. Ini masih menyurati kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun instansi vertikal, dan TNI/Polri. Nantinya akan menyusul BUMN. Kita kumpulkan data dulu dan bandingkan dengan data dari pusat,” urainya.

Diharapkan, pemerintah pusat memberikan prioritas yang sama di setiap daerah supaya tidak terjadi kecemburuan sosial. Misalnya, jika pemberian vaksin diberikan kepada pedagang pasar, antara daerah satu dengan lainnya harus sama.

“Sebaiknya (pemerintah) pusat kasih prioritas ke daerah: mana yang akan divaksin. Misalnya DKI ke pasar dulu. Maka daerah lainnya juga harus sama. Jangan sampai nanti beda daerah, beda prioritas. Kalau seragam, akan lebih enak melakukannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah