Politik

Suryanata: Setiap Keluhan, Akan Disampaikan ke KPU RI

Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al-Islami saat melakukan evaluasi ke beberapa PPK dan PPS di Pulau Sebatik. (Foto : Ramlan/Kora Kaltara)
  • KPU Monitoring dan Evaluasi Pilkada di Perbatasan

SEBATIK, Koran Kaltara – Pascapemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak berakhir, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara menggelar evaluasi dan monitoring. KPU menggali informasi dan masukan dari panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) selama menjalankan tugas.

“Ini sebenarnya terkait dengan pelaksanaan evaluasi partisipasi masyarakat terhadap pemilih serentak 2020. Ada beberapa hal yang kita lakukan evaluasi. Di antaranya, daerah-daerah yang tingkat partisipasinya rendah,” kata Surya kepada Koran Kaltara, Rabu (3/3/2021).

“Kemudian apakah ada potensi kerawanan, baik terkait konflik,  kecurangan ataupun bencana alam. Termasuk pada saat pemilihan kemarin, apakah banyak surat suara yang rusak. Kita mau tahu, itu dikarenakan apa,” imbuhnya.

Selain Pulau Sebatik, beberapa daerah juga menjadi target evaluasi KPU Kaltara.

Beberapa komisioner di KPU Kaltara, telah ditugaskan ke wilayah-wilayah yang telah ditentukan, untuk memetakan kendala-kendala yang disampaikan langsung oleh para penyelenggaran tingkat bawah.

“Jadi kita ingin menggali sebagai bagian dari proses evaluasi yang akan kami kita lakukan. Agar ke depan kemudian persoalan-persoalan seperti ini kita bisa tangani. Pelaksanaan supervisi dan monitoring ini, kita komunikasi dengan KPU kabupaten/kota. Dimana kami bertemu langsung dengan mantan PPK dan PPS. Selain di Sebatik, di Dapil 3 (wilayah 3 Kabupaten Nunukan) juga jadi perhatian kami,” ungkapnya.

Dari hasil evaluasi, Surya mengungkapkan, saat pilkada serentak 2020 banyak pemilih yang salah memasukkan surat suara ke dalam kotak suara. Masyarakat sedikit bingung, lantaran dari segi fisik (surat suara), tampak tak ada perbedaan antara Pilgub dan Pilbup.

“Banyak hal yang kita dapatkan. Saat proses pemilihan, ada pemilih yang salah menempatkan surat suara di kotaknya (kotak suara). Karena kemarin kan, kita ada dia pemilihan (pilgub dan pilbup),” ungkapnya.

Menurutnya, mestinya surat suara Pilgub dan Pilbub dibedakan seperti Pemilu 2019 lalu.

“Pada pemilih serentak 2019 lalu, kan ada lima surat suara. Itu kan jelas perbedaan dari sisi warna surat suara. Nah PPK tadi memberi masukan, agar ke depan jika pemilihannya secara berbarengan (pilgub dan pilbup), sebaiknya seperti pemilu 2019,” jelasnya.

Lanjut Surya, masukan dari PPK dan PPS itu akan menjadi masukan bagi pemilu ke depan. Bahkan, kata dia, temuan-temuan ini akan disampaikan langsung ke KPU RI sebagai bahan evaluasi.

“Hasil dari evaluasi dan monitoring ini, akan kami koordinaskan lagi ke tingkat (KPU) provins. Lalu kemudian, akan kita sampaikan ke KPU RI. Jadi semua kendala-kendala yang dihadapi, akan kami sampaikan ke KPU RI,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Haryadi

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah