Ekonomi Bisnis

Stok Gula Pasir Aman hingga Lebaran

Untung Prayitno
  • Disuplai Empat Distributor

TARAKAN, Koran Kaltara – Salah satu komoditi sembilan bahan pokok yang mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri adalah gula pasir. Meskipun demikian tidak terjadi kekosongan stok yang dapat berdampak pada kestabilan harga.

Di Tarakan terdapat 4 distributor gula pasir yang selalu siap memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan saat ini terdapat pengiriman sebanyak 200 ton dari Surabaya.

“Untuk stok sembako aman saja, tetapi ada beberapa komoditi yang naik seperti daging ayam dan cabai. Kalau untuk gula pasir tidak ada masalah karena saya baru saja dapat informasi bahwa sedang dalam perjalanan kesini sebanyak 200 ton. Memang distributor selalu mendatangkan secara kontinu, begitu stok menipis langsung kirim, dan di Tarakan bukan hanya 1 distributor saja, khusus untuk gula pasir ada 4,” terang Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Tarakan, Untung Prayitno, Jumat (16/4/2021).

Peningkatan kebutuhan gula pasir selama Ramadan dan Idul Fitri dikarenakan banyak masyarakat yang memproduksi makanan manis, yang selalu diburu konsumen setiap puasa. Selain itu, industri kue, roti, dan makanan khas lebaran menaikkan jumlah produksi, belum lagi industri rumah tangga yang membuat kue musiman untuk dijual ke masyarakat.

Untuk itu, Disdagkop dan UMKM selalu memastikan ketersediaan stok di setiap distributor.

“Stok gula yang beredar di Tarakan masih didominasi berasal dari Jawa Timur,” ungkap Untung.

Selain harga daging ayam yang mulai merangkak naik, harga cabai rawit juga menempati posisi teratas, bahkan 1 kilogram bisa mencapai Rp165 ribu per kilogramnya. Hal ini terjadi lantaran daerah penghasil mengalami curah hujan yang cukup tinggi, sehingga mempengaruhi hasil panen.

“Daerah-daerah penghasil seperti Sulawesi dan Jawa mengalami gagal panen, bahkan ada juga daerah yang kebanjiran dan tanah longsor. Jadi kenaikan ini dikarenakan gagal panen di daerah asal,” ucapnya.

Meskipun tidak mau mengatakan stok habis, tetapi Untung mengaku stok selalu ada meskipun sedikit. Hal ini karena ditopang oleh petani lokal yang masih bisa menikmati masa panen, namun untuk cabai lokal hasilnya tidak bisa memenuhi keseluruhan kebutuhan Tarakan.

“Banyak masyarakat yang membentuk kelompok tani, tetapi hanya mapu memenuhi kebutuhan kelompok tadi Tarakan saja. Sehingga tetap harus mendatangkan dari luar, supaya kebutuhan bisa terpenuhi meskipun ada peningkatan permintan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Rifat Munisa

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah