Nunukan

Stok BBM di Nunukan Sempat Kosong

Masyarakat sedang antre BBM di APMS Nunukan, Senin (11/10/2021). (foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Masyarakat di Pulau Nunukan kembali mengeluhkan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), karena sempat terjadi kekosongan.

Bahkan, sepanjang jalan biasanya banyak menjual bensin botolan, tetapi  dalam sekejap ‘hilang’, sejak Minggu (10/10/2021) malam.

Hal itu membuat antrean panjang di AMPS Nunukan sejak pagi hari, Senin (11/10/2021).

Kendaraan roda dua maupun roda empat hingga truk pun terlihat berjejer di sepanjang Jalan TVRI Nunukan.

Bahkan, banyak masyarakat membawa jerigen untuk mendapatkan BBM.

Rahman (26), warga RT 12 Jalan Imam Bonjol, Mambunut Dalam, Nunukan Selatan, mengaku sempat kehabisan bensin di jalan lantaran tidak mendapatkan penjual bensin botolan.

“Ini menggangu aktivitas kita. Apalagi, yang usahanya sehari-hari membutuhkan bensin untuk berkendaraan,” ungkapnya.

Dia meminta pemerintah segera menyikapi kehabisan stok BBM tersebut. Apabila dibiarkan terlalu lama, maka akan berimbas kepada aktivitas masyarakat sehari-harinya.

“Yang kami tahu, dari kemarin sudah tidak ada bensin. Nah, hari ini (kemarin) baru datang stoknya, makanya ada antrean panjang. Saya dari pagi sampai siang ini belum dapat,” jelasnya.

Sementara itu warga lainnya Arman, mengaku telah kehabisan bensin sejak Minggu (10/10/2021) kemarin.

Bahkan, dirinya juga harus mendorong kendaraan hingga ke AMPS.

“Kemarin, minta bantu sama teman untuk dorongkan (kendaraan). Karena masih jauh lokasi kehabisan dengan rumah. Ternyata, teman saya juga banyak kehabisan bensin. Kami cari keliling yang biasanya jual bensin botolan tidak ada satu pun yang jual. Semua kehabisan,” sebutnya.

Sedangkan pemilik  APMS Cahaya Nunukan di Jalan TVRI Nunukan, H. Fitriansyah menjelaskan kelangkaan BBM di Pulau Nunukan disebabkan masalah teknis pengiriman BBM dari Balikpapan ke depo Pertamina Tarakan.

“Padahal, kapal-kapal kita sejak beberapa hari lalu sudah di Tarakan. Memang ada keterlambatan penyaluran. Saya mohon maaf atas terganggunya distribusi BBM. Ini di luar kendali kami selaku agen,” pungkasnya.

Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid langsung menanggapi persoalan BBM di Nunukan yang sempat kosong.

“Kita sudah koordinasikan dengan Pertamina untuk menambah pasokan BBM di Nunukan. Hari ini (kemarin) masuk BBM sebanyak 120 ton. Memang di Tarakan BBM juga sedang menipis,” bebernya.

Menurut dia, kebutuhan BBM di Nunukan akan berpengaruh selama sepekan.

“Namun, kita upayakan pasokan BBM akan datang lagi dalam waktu dekat ini,” tuturnya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment