Kaltara

Soal Patok Perbatasan Bergeser Urusan Pusat

AMANKAN PERBATASAN : Pihak Korem 092/Maharajalila tetap memastikan patok perbatasan tetap aman. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Danrem: Kita Hanya Patroli untuk Amankan Perbatasan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Seringnya patok-patok perbatasan Indonesia – Malaysia yang hilang ataupun bergeser di sejumlah titik di Kaltara, tak memberikan pengaruh berarti. Karena meskipun bergeser atau bahkan hilang, garis perbatasan tetap akan mengacu pada garis koordinat yang telah disepakati antar kedua negara.

Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila Brigjen TNI Suratno mengatakan, untuk persoalan patok perbatasan yang mengalami pergeseran ataupun hilang itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Karena masalah patok-patok perbatasan itu sudah merupakan persoalan antar negara.

“Kalau patok yang bergeser atau hilang, itu urusan pusat (pemerintah). Karena sudah menyangkut antar dua negara,” kata Danrem saat ditemui Koran Kaltara, Kamis (22/10/2020).

Tim Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) yang ada di Kaltara, kata Danrem hanya melakukan patroli saja. Jika kemudian ditemukan ada patok yang bergeser ataupun hilang, tentu segera dilaporkan ke tingkat Mabes TNI.

Sementara itu, untuk menanggapi persoalan yang ada, dia mengatakan, menjadi pembahasan di tingkat pemerintah pusat. “Kita hanya patroli amankan patok (perbatasan) saja. Kalau misalnya ada patok yang rusak, yah kita perbaiki. Kalau ada yang hilang atau bergeser (tidak sesuai titik koordinat), kita laporkan,” jelasnya.

Lanjut Danrem, meski patok yang bergeser itu berada di dalam wilayah NKRI, masing-masing kedua negara juga tidak bisa melakukan klaim, termasuk juga negara Malaysia. Karena yang akan menjadi acuan penentuan garis perbatasan adalah garis koordinat yang sudah disepakati.

Khusus untuk di Kaltara, personel TNI yang tergabung dalam Satgas teritorial secara intens melakukan patroli patok. Hal itu dilakukan, demi memastikan keadaan patok tetap dalam keadaan utuh dan tidak terjadi adanya pergeseran yang cukup parah.

“Walaupun kita tidak pindahkan (ke titik koordinat), itu juga sebenarnya tidak masalah. Tapi anggota selalu melakukan pengecekan saja. Supaya (yang bergeser) tidak terlalu parah,” jelasnya.

Danrem menambahkan, jajaran Satgas Pamtas yang ada di perbatasan memang intens melakukan patroli perbatasan. Karena selain memastikan tak ada pergeseran yang disebabkan oleh oknum, juga demi mengamankan pelaku-pelaku penyeludupan ilegal di wilayah perbatasan.

“Karena jangan sampai digunakan oleh orang berbuat krimimal. Seperti penyeludupan narkoba atau perdagangan orang ke Malaysia. Kan sering ada kasus tuh di jalur-jalur tikus di perbatasan. Makanya itu juga yang kita awasi,” tutupnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah