Headline

SOA Dapat Tambahan Rp1 Miliar

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara Hartono saat memberikan penjelasan kepada wartawan. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Proses Lelang untuk di Krayan, Sisanya Penunjukan Langsung

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai menjadi salah satu solusi untuk menekan disparitas harga di wilayah perbatasan. Terlebih di tengah pandemi covid-19 ini, kondisi masyarakat perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah. Hal itu juga sempat disuarakan oleh DPRD Kaltara terkait penambahan SOA tahun ini.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltara Hartono mengemukakan, pemprov memberikan suntikan dana tambahan untuk program SOA barang. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2020, sebesar Rp1 miliar dialokasikan sebagai bentuk komitmen pemerintah membantu warga perbatasan.

“Iya, kita berikan tambahan di perubahan. Itu termasuk mengakomodir permintaan masyarakat melalui dewan beberapa waktu yang lalu,” katanya, (20/11/2020).

Diketahui, program SOA sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu. Tidak hanya bersumber dari APBD provinsi, namun juga didukung APBD kabupaten hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Adapun tambahan di perubahan, adalah kebijakan tersendiri mengingat kebutuhan masyarakat di tengah bencana non alam ini.

“Jadi Rp1 miliar itu dibagi di beberapa wilayah (perbatasan). Yang di Krayan sebesar Rp500 juta, Lumbis Ogong Rp150 juta, Sei Menggaris Rp150 juta dan satu lagi di Long Apung (Rp200 juta),” sebutnya merincikan.

Hartono menegaskan, pihaknya menjalankan program itu berdasarkan prosedur dan aturan yang berlaku. Termasuk sebelum realisasi, penganggarannya harus melewati mekanisme lelang khususnya untuk SOA di Krayan sebesar Rp500 juta.

“Proses saat ini masih proses lelang. Karena memang kita harus ikuti lelang. Karena memang berdasarkan tahapan harus begitu. Kita umumkan lewat LPSE, nanti siapa yang memenuhi syarat, mereka itulah yang dapatkan,” jelasnya.

Adapun untuk titik sasaran di tiga daerah lainnya, hanya dilakukan penunjukan langsung (PL) karena nilai anggaran Rp200 juta ke bawah. Namun diungkapkan Hartono, saat ini juga masih berproses.  “Yang tiga penunjukan langsung dan satu lelang. Yang PL juga masih proses. Kita berharap berjalan lancar dan segera bisa terealisasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah