Nunukan

SMKN 1 Sebatik Gelar Pameran Hasil Karya dan Start Up Bisnis 2020

Produk hasil karya SMKN 1 Sebatik dipamerkan. (Foto: Sabri)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Menyonsong Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia ke-75 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020, SMKN 1 Sebatik Barat menggelar pameran hasil karya peserta didik dan start up bisnis 2020 bagi siswa. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 23-25 November itu dipusatkan di halaman SMKN 1 Sebatik Barat.

Pameran ini terdiri dari empat stand yang diisi oleh jurusan Akuntansi, Perkebunan, Perikanan dan Kelompok Usaha binaan SMKN 1 Sebatik Barat. Kegiatan tersebut memperlihatkan berbagai hasil karya dan kerajinan tangan dari siswa semua jurusan.

Waka Kesiswaan SMKN 1 Sebatik Barat, Serly Indrawati mengatakan, kegiatan pameran hasil karya peserta didik dan start up bisnis 2020, anggarannya bersumber dari bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Produk hasil karyawa siswa yang dipamerkan mulai dari jurusan perkebunan ada produk dari pisang. Selain itu ada pupuk kandang, bibit buah-buahan hasil okulasi dan tanaman hidroponik.

Kemudian jurusan perikanan dengan produk utamanya adalah ikan lele yang diolah menjadi abon, lele asap, lele goreng dan sebagainya.

Jurusan akutansi produk utamanya adalah kerajinan tangan, mulai dari buket bunga, pot bunga dan sebagainya. Selain itu, ada juga yang berpartisipasi, yakni kelompok usaha binaan SMK.

“SMKN 1 Sebatik Barat mempunyai kelompok usaha yang beranggotakan siswa SMK dan diberikan modal bergulir selama satu tahun. Rentetan dari program Center Of Excellence. Produk utama SMK yang kemudian kembangkan oleh siswa secara inovatif dan dipasarkan lewat stand pameran,” jelas Serly, Kamis (26/11/2020.

Ia mengatakan, pameran selama tiga hari menghasilkan pendapatan jutaan rupiah dari semua jurusan. Dari jurusan Perkebunan, hari pertama Rp900 ribu, hari kedua sudah mencapai Rp1,2 juta dan hari ketiga mencapai Rp1,5 juta.

Kemudian jurusan perikanan juga meningkat, hari pertama dapat Rp700 ribu, hari kedua meningkat Rp1 juta dan hari terakhir menjadi Rp2 juta. Sedangkan jurusan akutansi, tidak hanya kerajinan tangan, ada juga produk olahan siswa. Pendapatannya juga meningkat, sampai sekitar mendekati Rp2 juta.

“Setiap hari terjadi peningkatan pendapatan, karena undangan itu terdiri dari masyarakat dan orangtua siswa. Mungkin hari pertama hanya dilihat, hari kedua mulai tertarik dan hari ketiga sudah dibeli,” ujarnya.

Dia mengatakan, setiap stand jurusan diberikan bantuan modal sebesar Rp1 juta untuk bahan baku praktik lalu dikelola oleh siswa sesuai jurusan dan hasilnya dijual dalam pameran ini. Dari modal Rp1 juta, bisa kembali sampai Rp3 juta dalam tiga hari.

Sementara itu, Sukria Mutmainah, siswi jurusan perkebunan kelas XII, mengatakan, dalam pameran ini terlibat sebagai pengelola produk. Siswa mengolah bahan baku dari pisang yang ditanam sendiri oleh jurusan perkebunan.

Produk yang dihasilnya seperti tepung, brownies, bolu dan keripik pisang. Lalu ada juga bibit buah-buahan hasil okulasi, pupuk kompos dan arang sekam yang dibuat sendiri.

“Jadi dari penanaman, perawatan, panen, pengolahan menjadi sebuah produk dan dijual. Kami diberikan tanggungjawab dan kepercayaan, mendapat pengalaman bagaimana berwirausaha, bagaimana menawarkan pembeli, mengatur modal dan pendapatan,” pungkasnya. (adv)

BACA JUGA: 

Reporter: Sabri
Editor: Didik

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah