Tarakan

SK Palsu Hasil Rapid Test Ditemukan

PEMERIKSAAN kelengkapan syarat bagi pelaku perjalanan di Bandara Juwata Tarakan. (Foto: Sofyan)
  • Wali Kota Ancam Bawa ke Ranah Pidana

TARAKAN, Koran Kaltara – Kabar adanya surat keterangan hasil rapid test antigen palsu dibenarkan Wali Kota Tarakan Khairul.

Khairul yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 menginstruksikan kepada dinas terkait untuk melakukan teguran dan pembinaan.

“Tujuan pelaksanaan rapid test inikan mencegah terjadinya penularan di perjalanan saat menggunakan moda transportasi dan lain sebagainya, tetapi ada yang melakukan itu, dan kami berikan teguran kalau masih melakukan, izin usahanya kami cabut, bahkan bisa dipidanakan kalau masih terus melakukan,” terangnya, Senin (3/5/2021).

Lebih lanjut dikatakan Khairul, yang mengeluarkan surat keterangan tersebut adalah fasilitas kesehatan yang diindikasikan belum berizin dan tidak pernah dilakukan assessment/penilaian oleh pemerintah sehingga ketahuan. Karena ini menyangkut kepentingan orang banyak, Khairul menegaskan jika masih melakukan praktik yang sama, akan dipidanakan.

“Bahkan dari kejaksaan dan kepolisian mengeluarkan naskah untuk melakukan penuntutan secara masimal kepada oknum yang melakukan aktivitas seperti ini, karena menyangkut kepentingan orang banyak,” ucapnya.

Surat keterangan palsu tersebut diketahui saat calon penumpang akan melakukan check in di Bandara Juwata Tarakan, petugas yang curiga melakukan pengecekan ke fasilitas kesehatan yang mengeluarkan surat tersebut, setelah ditelusuri ternyata palsu.

“Biasanya kami baru meneliti betul-betul kalau sudah ada ketahuan, sudah ada kejadian seperti di Medan baru kami telusurui dan ternyata memang ada juga, makanya kami harus waspadai jangan sampai ini menjadi formalitas. Karena syarat ini diberikan untuk mengurangi potensi penularan, karena dibolehkan berangkat lalu dibuat aturan harus penuhi syarat karena diyakini kalau berangkat potensi transmisi antar penumpang di pesawat dan moda transportasi lain cukup tinggi,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang usai menggelar rapat zoom di ruang Wakil Wali Kota Tarakan, menambahkan, pemprov telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi termasuk Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan upaya penurunan kasus di setiap daerah.

“Kita membicarakan permasalahan Covid-19, supaya jangan ada penambahan, diupayakan adanya penurunan. Bincang-bincang masalah bagaimana ke depan, penegakan protokol kesehatan. Penanganan di Kaltara sudah cukup baik, diharapkan semua tingkatan sampai desa ada posko. Selain itu, larangan mudik mulai 6-17 Mei bagi ASN (Aparatur Sipil Negara), kita cukup video call-kan, dengan teknologi bisa ketemu siapa saja. Karena kita sedang menghindari jangan sampai muncul kasus baru lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Rifat Munisa

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah