Headline

Simpanan Masyarakat Kaltara di Bank Ada Rp13,55 Triliun

Ilustrasi Uang

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Simpanan masyarakat Kalimantan Utara di bank, atau disebut Dana Pihak Ketiga (DPK), tercatat mencapai Rp13,55 triliun di pendataan terakhir bulan April 2021. Demikian dikonfirmasi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara, Yufrizal dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Simpanan masyarakat di bank tercatat tumbuh positif 7,02 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dimana pada bulan April 2020, simpanan masyarakat di bank hanya sebesar Rp12,66 triliun. “Peningkatan ini terutama terjadi pada jenis tabungan dan giro,” ujar Yufrizal.

Secara detail,  simpanan masyarakat jenis tabungan memiliki kontribusi terbesar di perbankan. Persentasenya mencapai 51,8 persen. Pada April 2021, tabungan tumbuh 14,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Atau dari Rp6,05 triliun menjadi Rp7,02 triliun.

“Peningkatan ini terus terjadi secara kontinu sejak triwulan II tahun 2020. Seiring dengan terus berlanjutnya program bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah secara nontunai kepada masyarakat yang kurang mampu,” papar Yufrizal.

Selain itu, naiknya nominal tabungan dipengaruhi preferensi masyarakat golongan menengah atas yang masih terus menahan konsumsinya. Kondisi itu terkonfirmasi dari kelompok nilai tabungan di atas Rp10 juta yang terus mengalami peningkatan sejak awal tahun 2021.

Beralih ke deposito, jenis simpanan masyarakat di perbankan ini memberikan kontribusi sebesar 28,7 persen. Pada April 2021, deposito justru mengalami kontraksi negatif sebesar 2,77 persen. Yaitu dari Rp3,94 triliun menjadi Rp3,83 triliun.

“Kontraksi ini didorong oleh terus menurunnya suku bunga deposito di perbankan. Ini sejalan dengan BI7DRR yang berada pada level 3,5 persen. Atau merupakan nilai terendah dalam sejarah. Sehingga menyebabkan masyarakat mengalihkan instrumen investasi yang digunakan,” ungkapnya.

Sementara itu, giro memberikan kontribusi 19,9 persen terhadap simpanan masyarakat Kaltara di perbankan. Pada April 2021, jenis simpanan ini mampu tumbuh 1,12 persen. Atau dari Rp2,67 triliun di April 2020 menjadi Rp2,70 triliun.

“Pertumbuhan ini merupakan yang pertama kali di tahun 2021. Sebelumnya, Giro selalu mengalami kontraksi. Kenaikan nominal Giro terjadi karena adanya kenaikan dari Giro korporasi dan Giro Pemerintah. Ini sejalan dengan semakin membaiknya perekonomian dan adanya transfer dana APBD ke daerah,” paparnya.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari