Headline

Siapkan Rp715 Miliar untuk Jalan Baru di Kaltara

Tampak suasana wilayah perbatasan salah satu kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kaltara. (Foto: Rizqy)
  • Kementerian PUPR Akan Lanjutkan Pembangunan Jalan di Perbatasan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang merupakan wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga, kerap menjadi perhatian pemerintah pusat. Seperti diketahui, dari luas wilayah Kaltara 75.467 kilometer persegi, luas wilayah perbatasannya mencapai 36.349,33 kilometer persegi atau sekitar 48 persen dari luas daratannya.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan perlu menjadi atensi pusat. Koordinasi dengan kementerian terkait, terus dilakukan, agar akses di daerah itu bisa memadai sebagai beranda terdepan NKRI.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beberapa hari lalu, akan ada kucuran anggaran untuk pembangunan jalan baru di Kaltara. Yaitu, dana sebesar Rp715 miliar disiapkan untuk konstruksi jalan baru sepanjang 57,96 kilometer dan pemeliharaan rutin sepanjang 312,3 kilometer.

“Sejauh ini, masih ada 57 kilometer jalan paralel perbatasan dan 27,05 kilometer jalan akses perbatasan yang belum terhubung,” sebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya.

Dia menyatakan akan melanjutkan pembangunan jalan di perbatasan Kaltara, dimana Kementerian PUPR mendata jalan perbatasan di Kaltara terbagi menjadi tiga kelompok. Yaitu, jalan perbatasan (992,5 kilometer), jalan paralel perbatasan (614,55 kilometer), dan akses perbatasan (337,8 kilometer).

“Jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara dan mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan,” jelasnya.

Diinformasikan, bahwa pengaspalan jalan di kawasan perbatasan Kaltara akan diprioritaskan pada permukiman atau area padat penduduk. Selain itu, pekerjaan pengaspalan juga akan dilakukan di sekitar fasilitas umum seperti puskesmas, pasar, sekolah, dan kantor pemerintahan.

“Diharapkan kehadiran jalan perbatasan dan akses perbatasan tersebut akan membuka akses dari dan menuju daerah perbatasan Kalimantan Utara. Alhasil, jalur-jalur logistik baru akan terbentuk dan mendukung pertumbuhan embrio pusat-pusat pertumbuhan baru,” terangnya.

Seperti diketahui, Kementerian PUPR menargetkan dapat membangun jalan baru sepanjang 788 kilometer sepanjang 2021. Sementara itu, target preservasi jalan tahun ini mencapai 47.017 kilometer.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kaltara Andi Hamzah menyambut baik. Menurutnya, sebagai provinsi perbatasan, pusat memang selayaknya turun tangan melakukan pembangunan.

“Kita berharap pembangunan di perbatasan dari pusat melalui APBN terus berlanjut. Karena kalau hanya berharap APBD, kita tidak bisa memaksimalkan pembangunan itu sebagai provinsi yang tergolong masih baru,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu meminta Pemprov Kaltara turut mengawal kucuran dana APBN ke Kaltara. Begitu pula dengan kabupaten/kota, sebagai daerah yang paham dengan situasi dan kebutuhan wilayahnya masing-masing.

“Harus tetap dikawal supaya pembangunan yang dimaksud segera direalisasikan. Masyarakat kita di Kaltara sangat berharap infrastruktur di perbatasan ini bisa diakses darat semua. Tidak seperti sekarang, masih ada yang hanya ditembus lewat jalur udara,” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah