- Kabut Asap Sebabkan Jarak Pandang Kembali Menurun
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kabut asap yang sempat menyelimuti Tanjung Selor pada Sabtu (28/9/2019) lalu kembali mengganggu penerbangan. Salah satunya maskapai Express yang harus membatalkan pendaratan di Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, karena jarak pandang yang di bawah standar keselamatan penerbangan.
Informasi batalnya pendaratan pesawat Express Air dari Samarinda - Tanjung Selor, juga sempat tersebar di Media Sosial (Medsos).
Menanggapi hal itu, Kepala Elektronika Otoritas Bandara Tanjung Harapan Yuyu Rifan saat dikonfirmasi mengakui maskapai tersebut sempat mengalami delay atau penundaan hingga berjam-jam dikarenakan faktor cuaca yang dinilai masih tidak mendukung.
“Faktor cuaca masih berasap dengan jarak pandang 2.000 meter untuk wilayah Tanjung Selor pada Sabtu (28/9/2019) kemarin,” ucapnya, Minggu (29/9/2019).
Meski demikian, setelah tertunda berjam-jam, kurang lebih pukul 15.30 maskapai Express Air akhirnya sudah bisa landing atau mendarat di Bandara Tanjung Selor, Minggu (29/9/2019). “Alhamdulillah juga sempat hujan deras turun. Meski tidak lama, tapi sedikit bisa mengurangi kabut asap sehingga maskapai tersebut bisa kembali beraktivitas normal,” jelasnya kepada Koran Kaltara.
Saat ditanyai apa penyebab dari delay tersebut kata dia, ada beberapa faktor. Di antaranya karena mesin pesawat yang mungkin mengalami gangguan. jadi butuh waktu lebih lama buat diperbaiki. Karena hal inilah pesawat mungkin saja mengalami keterlambatan, serta landasan pacu yang bermasalah seperti terjadi keretakan atau kebakaran juga bisa berdampak ke penundaan keberangkatan.
“Kalau kabut asap ini memang mengganggu jarak pandang, maka jika kabut mulai tebal maka dengan otomatis penerbangan akan ditunda. Pasalnya itu cukup bahanya sekali jika nekat beroperasi,” imbuh Yuyu. Pihaknya setiap hari bahkan bisa dikatakan setiap saat selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan info terbaru tentang cuaca.
(*)
Reporter : Ike Julianti
Editor : Eddy Nugroho