Bulungan

Selidiki Penemuan Mayat Bayi, Libatkan Bhabinkamtibmas

Kanit Resmob Satreskrim Polres Bulungan Ipda Faizal Anang saat memperlihatkan foto sang bayi yang ditemukan terapung di Sungai Kayan. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Penyelidikan penemuan mayat bayi yang ditemukan mengapung di Sungai Kayan, Tanjung Selor pada Jum’at (15/1/2021) lalu, masih dilakukan aparat kepolisian. Selain memeriksa beberapa apotek, dukun beranak, praktik bidan, serta berkoordinasi dengan rumah sakit, personel Bhabinkamtibmas juga dilibatkan dalam proses penyidikannya.

“Kita minta mereka untuk memantau di daerahnya masing-masing. Karena jangan sampai ada orang yang lagi hamil, tiba-tiba keluar rumah dalam keadaan tidak hamil lagi. Kita minta mereka supaya berkoordinasi dengan aparat desa dan warga setempat,” kata Ksat Reskrim Polres Bulungan AKP Belnas Pali Padang, melalui Kanit Resmob Ipda Faizal Anang,” Senin (18/1/2021).

Kepolisian juga melakukan koordinasi dengan beberapa dokter kandungan yang ada di Ibukota Kaltara, Tanjung Selor. Gunanya untuk mengetahui data-data ibu-ibu yang kerap kontrol kandungan selama 9 bulan belakangan ini. Karena tidak menutup kemungkinan, pelaku pembuang bayi berjenis kelamin perempuan itu kerap melakukan kontrol selama mengandung.

“Biasanya itu kan ada yang kontrol selama 9 bulan. Nah kita mau cari tahu, apakah ada ibu-ibu (hamil) yang tiba masanya melahirkan pada Januari ini. Itu aja sih,” jelasnya.

Faizal mengatakan, untuk mengungkap kasus penemuan bayi diakuinya cukup sulit. Ditambah minimnya keterangan saksi serta barang bukti yang didapatkan dari sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Untuk saat ini, pihaknya memiliki asumsi pelaku pembuang bayi tersebut di Sungai.

“Memang sulit kalau untuk kasus begini. Makanya kita ada beberapa asumsi si pelakunya. Yang pertama bisa saja, dia (pelaku) bukan warga Bulungan tapi datang ke sini hanya untuk membuang bayinya itu. Nah bisa juga, dia warga di sini tapi bukan berasal dari wilayah kota. Itu asumsi kita. Tapi belum bisa disimpulkan juga,” jelasnya.

Faisal mengungkapkan, sampai saat ini baru dua orang saksi yang telah dimintai keterangan. Keduanya adalah warga yang pertama kali menemukan bayi itu, yaitu pria berinisial MU dan anak buah kapal (ABK) berinisial RI. Sementara hasil visum RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sampai saat ini diberikan kepada pihak penyidik.

“Kalau saksinya baru dua orang. Visumnya, katanya hari ini (kemarin, red) sudah keluar. Tapi kita tunggu-tunggu, belum ada juga ini,” jelasnya.

Sesuai dengan hasil koordinasinya dengan pihak bidan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, kelahiran sang bayi itu dilakukan sendiri oleh orang tuanya. Hal ini terlihat dari potongan tali pusar, yang berbeda jika dilakukan oleh seorang bidan ataupun dokter.

“Kalau kita lihat, potongan tali pusarnya itu dipotong pakai pisau ataupun kater. Tapi belum bisa kita pastikan. Karena untuk menentukan itu, harus ada hasil visum dari dokter,” ungkap Faisal.

Penemuan mayat bayi malang itu bermula ketika MU berada di kapal Dwi Pasri 2 sedang mengetes kapal. Saat mau sandar MU menemukan bayi di sungai dalam keadaan mengambang di air dengan posisi telungkup.

Kemudian saksi bersama rekan-rekannya memutar kapal dan mengambil mayat bayi tersebut. Saat ditemukan, kondisi bayi sudah meninggal dunia. Masih ada tali pusar pada bayi berjenis kelamin perempuan tersebut. Umur bayi diperkirakan dua hari. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah