Kaltara

Selesai Dipantau Wajib Tetap Disiplin

Bagi Masker (Foto Dokumen/ Koran Kaltara)
  • Ratusan Orang Lepas dari Status ODP Covid-19

TANJUNG SELOR – Beradasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), hingga 8 April 2020, setidaknya sudah ada 301 orang yang selesai dalam pemantauan. Di mana ratusan orang tersebut dipantau ditiap kabupaten/kota karena masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sedangkan sisanya, sebanyak 282 orang masih dilakukan pemantauan oleh gugus tugas melalui Dinas Kesehatan di daerah masing-masing. Tidak hanya kategori PDP, ada pula yang menyandang status Orang Tanpa Gejala sebanyak 51 orang telah selesai dalam pemantauan pula.

Dikatakan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy, meski sudah selesai dalam pemantauan, warga yang sebelumnya dalam status ODP ataupun OTG tetap disiplin. Yaitu sebisa mungkin tetap berada di rumah, dan menghindari tempat keramaian.

“Semua kita minta tetap disiplin dan menerapkan imbauan pemerintah. Mulai dari jaga jarak (physical distancing), mengurangi aktifitas di luar rumah, dan rajin mencuci tangan. Jika harus keluar, supaya menggunakan masker, yang dianjurkan adalah masker kain untuk masyarakat biasa. Termasuk yang sudah tidak ODP lagi,” katanya, Kamis (9/4).

Agust mengemukakan, orang-orang yang lepas dari pemantauan, merupakan warga yang tidak mengalami gejala klinis yang mengarah kepada virus corona dalam jangka waktu tertentu. Yaitu setelah menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing setidaknya selama 14 hari, dan melaporkan dirinya dalam kondisi yang sehat.

“Tentunya kita berharap penularan ini tidak lagi terjadi dan kasus positif tidak ada lagi. Kemudian kita meminta peran dan kerjasama masyarakat dalam hal ini. Sehingga kita bisa melakukan penanganan sekaligus pencegahan dengan cepat sehingga penularan covid-19 ini tidak terjadi kepada kita,” pintanya.

Sebagai informasi, hingga kemarin, kasus positif di Kaltara masih tetap berjumlah 16 orang dimana satu diantaranya meninggal dunia saat status PDP. Sedangkan 15 orang lainnya sedang menjalani perawatan intensif di masing-masing rumah sakit rujukan. Yaitu 9 di RSUD Provinsi di Tarakan, 4 orang di RSUD Nunukan dan 2 orang di RSUD Soemarno Sostroadmodjo. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid/ Koran Kaltara

Editor: Edy Nugroho