Tarakan

Selama Enam Bulan Penderita AIDS Bertambah 21 Orang

Foto: Ilustrasi/Internet

TARAKAN, Koran Kaltara – Sejak Januari hingga Juni 2022 terdapat tambahan 21 Orang Dengan AIDS (ODA) di Tarakan.

Temuan kasus baru ini setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 3.968 orang di mana 21 di antaranya positif AIDS.

Sedangkan di 2021 terdapat penambahan kasus baru sebanyak 50 kasus dari 9.266 orang yang menjalani pemeriksaan HIV.

Pada 2020, temuan kasus justru lebih tinggi meskipun selisihnya tidak signifikan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tarakan, terdapat 58 kasus baru selama 2020 dari 9.102 orang yang diperiksa.

Meskipun jumlah saat ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, namun virus ini tetap harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian.

“Selama ini, bukan hanya kasus HIV positif yang kami tangani, tetapi ada juga upaya untuk menemukan kasus baru, karena penyakit ini seperti fenomena gunung es di mana yang muncul di permukaan hanya sebagian kecil, sedangkan di bawah jumlahnya lebih banyak,” terang Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Tarakan, Bahriyatul Ulum, Rabu (22/6/2022).

Dalam penanganan HIV, beda dengan penyakit lain karena bagi yang telah tertular harus menjalani perawatan seumur hidup.

Oleh karena itu, dilakukan pencarian supaya bisa segera ditangani untuk memperpanjang hidup penderita AIDS.

“Begitu ada temuan baru, kita harapkan bisa berobat secara rutin supaya tidak menularkan ke yang lain dan harapan hidup semakin panjang,” ucapnya.

Penjaringan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Tarakan dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama populasi berisiko tinggi.

Namun setiap ada kasus baru, sulit melakukan memberikan pemahaman kepada yang bersangkutan.

“Begitu ditemukan, kita harapkan bisa menjalani perawatan, atau berobat secara rutin tetapi nyatanya tidak semudah itu. Terutama mereka yang tidak merasakan gejala, merasa masih sehat saja meskipun perilaku yang bersangkutan faktor berisiko terkait penularan HIV/AIDS,” ungkapnya.

Di Tarakan jumlah ODA yang rajin menjalani perawatan dan mengonsumsi obat ada 220 orang, meskipun kadang ada yang hilang maupun meninggal dunia. Tetapi upaya untuk menekan temuan kasus terus dilakukan.

“Jadi ada beberapa layanan perawatan dan dukungan pengobatan, tidak semua fasilitas kesehatan bisa memberikan pelayanan HIV. Tetapi untuk ODA akan mendapatkan layanan pengobatan di PDP (Pasien Dalam Pengawasan), yang saat ini dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Kota (RSUK) Tarakan dan beberapa puskesmas, salah satunya Karang Rejo. Sebelumnya PDP dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK,” bebernya.

Untuk layanan konseling dan testing HIV/AIDS ada 12 tempat yang bisa melakukan, di antaranya RSUKT, Puskesmas, PMI, dan KKP.

Setiap ODA yang menjalani pemeriksaan akan dijaga kerahasiaan privasinya, sehingga hanya tenaga kesehatan yang menengani yang benar-benar mengetahui identitas pasien. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Rifat Munisa

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment