Tana Tidung

Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Penopang Ekonomi KTT

Hutan Tanaman Industri. (Foto ilustrasi)

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, mendominasi perekonomian Kabupaten Tana Tidung dari sisi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Kontribusi dominan sektor ini setidaknya berlangsung dalam lima tahun terakhir.

Kepala BPS Kabupaten Tana Tidung, Yuda Agus Irianto menjelaskan, kategori kelompok lapangan usaha tersebut memang luas.

Mulai dari usaha penebangan kayu, tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan serta jasa pertanian dan perburuan.

“Seluruh sub sektor yang ada di industri ini masih menjadi tumpuan dan harapan dalam penyerapan tenaga kerja di sini,” kata Yuda, Jumat (24/9/2021).

Nilai PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai Rp1,78 triliun pada tahun 2020. Ini memberi kontribusi sebesar 31,10 persen terhadap total PDRB Tana Tidung.

Secara umum, usaha penebangan kayu merupakan kontributor terbesar dalam menciptakan nilai tambah lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Kegiatan ini memberi kontribusi mencapai 84,32 persen.

“PDRB yang disumbang dari sub kehutanan penebanagan kayu itu Rp1,5 triliun. Ini dikarenakan adanya perusahaan hutan tanaman industri yang besar di Tana Tidung,” jelasnya.

Sementara itu, kontribusi terbesar kedua subkategori terhadap sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat kurang dari sebelas persen.

Kontribusi subkategori pertanian, peternakan, perburuan, dan jasa pertanian sebesar Rp85,68 miliar, atau setara 4,79 persen.

“Sedangkan subkategori perikanan menyumbang PDRB senilai Rp194.62 miliar, atau 10,88 persen,” imbuhnya.

Pertumbuhan ekonomi pada kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan, cenderung mengalami perlambatan selama lima tahun terakhir.

Hal ini berbanding lurus dengan beberapa subkategori yang mengalami kondisi tersebut.

Kondisi tersebut masih berkaitan dengan dampak covid-19. Dimana terjadi pembatasan ekspor yang berakibat pada penurunan permintaan kayu untuk industri.

“Sub kategori kehutanan dan penebangan kayu yang merupakan kontributor terbesar mengalami perlambatan. Tentu ini mempengaruhi kinerja secara akumulatif,” ungkapnya.

Tren penurunan juga berlangsung pada subkategori perikanan. Dampak pandemi covid-19 turut memberi andil intervensi negatif ke usaha tersebut.

“Kalau untuk perikanan, khususnya di tahun 2020 terjadi permintaan penurunan. Sementara biaya produksi pembelian bibit itu tinggi. Selain itu faktor cuaca juga tergolong tidak mendukung,” ungkapnya.

Adapun, subkategori pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian justru mengalami pertumbuhan positif. Ini tercermin dari peningakatan produksi yang dihasilkan. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Rifat Munisa

 

TOPIK TERKAIT:

Konsentrasi di Sektor Pertanian dan Peternakan

Masih Banyak Sektor yang Belum Tergarap

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment