Headline

Sekolah Tempat Karantina Dikhawatirkan Orangtua

Devi Ika Indriarti

TARAKAN, Koran Kaltara – Meskipun masih dalam penggodokan, namun rencana pelonggaran kegiatan belajar secara langsung di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) membuat resah beberapa orangtua siswa. Khususnya yang memiliki anak bersekolah di SMPN 1 dan SMPN 2 Tarakan, yang selama ini dijadikan tempat karantina corona.

“Di sana kan masih ada orang yang dikarantina. Bahkan kemarin sempat ada yang positif. Bagaimana kalau ternyata virusnya masih ada di sana, kasihan anak-anak yang bersekolah kalau sampai tertular. Seharusnya pemerintah jangan buru-buru membuat kebijakan untuk anak-anak sekolah,” ujar salah satu orangtua siswa, Muhammad, Minggu (31/5/2020).

Menurutnya, anak-anak masih sangat rentan tertular virus ini karena kebanyakan suka bermain bersama. Apalagi jika lingkungan kurang bersih, maka akan menyebabkan penyebaran yang cepat. “Jangan sampai ada kluster sekolah. Kalau pasar, sudah diantisipasi oleh gugus tugas. Seharusnya sekolah juga harus diamankan. Jangan menunggu ada kejadian, baru kalang-kabut mengatasinya,” ucapnya.

Menanggapi beberapa kekhawatiran ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Kota Tarakan, Devi Ika Indriarti memberi penjelasan. Menurutnya, lokasi-lokasi yang dijadikan sebagai tempat karantina mendapat pengawasan yang sangat ketat. Bahkan selalu disterilkan dengan menggunakan disinfektan.

“Ada kekhawatiran ketika sekolah dibuka, ya. Apalagi sempat ada pasien yang positif terkonfirmasi Covid-19 yang dikarantina di SMP. Kalau itu tempat isolasi, misalnya ada terjadi pergantian orang, selalu dilakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruangan. Apalagi ada yang positif, maka sebelum diisi orang wajib dibersihkan ruangan tersebut,” tegasnya, melalui wawancara virtual dengan Koran Kaltara, Minggu (31/5).

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan jangan terlalu khawatir mengenai hal tersebut karena gugus tugas sudah memiliki protokol penanganan. Setiap gedung yang digunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar namun proses isolasi masih berlanjut, masih ada fasilitas lain yang dapat digunakan untuk melakukan isolasi.

“Kalau SMP Negeri 1 dan 2 dipakai lagi, masih ada gedung lainnya yang dapat kita gunakan untuk melakukan isolasi kepada para pelaku perjalanan. Jadi, meskipun nanti proses belajar sudah dibuka, kita akan alihkan menggunakan fasilitas lain yang dimiliki Pemerintah Kota Tarakan.” jelas Devi.

Tempat lain yang dapat dijadikan alternatif sebagai lokasi karantina di antaranya gedung Tenis Lapangan Indoor Telaga Keramat, Gedung Olah Raga (GOR) di kawasan sport center, masjid Baitul Iizzah (Islamic Center), gedung Graha Pemuda dan beberapa fasilitas milik pemerintah lainnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah