Tarakan

Sekolah Swasta di Tarakan Belum Seluruhnya Beri Kepastian

Wali Kota Tarakan, Khairul

TARAKAN, Koran Kaltara – Berdasarkan batas akhir penyampaian surat pernyataan kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka, masih ada sekolah yang belum memberikan kepastian.

Hal ini dikarenakan beberapa sekolah swasta masih harus mengurus izin ke pihak yayasan yang sampai Jumat (7/8/2020) siang masih ada yang belum memberikan rekomendasi.

“Belum direkap semua mana saja yang sudah siap, tetapi semua SMP Negeri sudah menyatakan siap. Untuk swasta masih ditunggu karena masih minta izin kepada yayasan. Mereka harus melakukan koordinasi dengan yayasan, makanya agak terlambat memberikan surat pernyataan kesiapan,” terang Kepala Disdikbud Tarakan, Tajuddin Tuwo, Jumat (7/8/2020).

Meskipun demikian, pada Senin (10/8/2020) bagi sekolah yang telah menyatakan siap tetap boleh mulai melakukan pembelajaran tatap muka.

“Tetap boleh, karena memang sudah siap dan orang tua siswa juga telah memberikan izin bahkan sampai 71 persen dari jumlah siswa yang ada. Kalau sekolah swasta yang belum siap ditunda dulu juga tidak masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan, Khairul menegaskan bagi sekolah dengan pembelajaran tatap muka ada beberapa syarat yang wajib terpenuhi.

“Pertama, daerah sudah dinyatakan zona hijau, dan Tarakan sudah masuk. Kedua, penilaian epidemiologi, dan status kesehatan masyarakat serta fasilitas pelayanan kesehatan, dimana Tarakan ada 4 kecamatan sudah memasuki zona hijau semua,” tegasnya.

Sedangkan untuk persetujuan orang tua murid, lanjut Khairul, 70 persen telah menginginkan anaknya masuk sekolah tetapi kapasitas ruang kelas hanya boleh menampung 50 persen.

Untuk pelaksanaan teknis, sudah dibicarakan antara pihak sekolah dengan Disdikbud Tarakan.

“Guru kelas juga harus siap, selain dari kesiapan sekolah yang mengatur kegiatan belajar yang sesuai dengan protokol kesehatan. Melakukan pengukuran suhu, jaga jarak, dan yang paling penting jangan ikut kendaraan umum karena belum tahu bercampur dengan siapa saja,” paparnya.

Sehingga, nanti harus orang tuanya sendiri yang melakukan antar jemput ke sekolah. Kalau belum ada yang jemput tidak boleh meninggalkan kelas.

Waktu sekolah juga diperpendek dan tidak ada jam istirahat, karena waktu seperti ini biasanya digunakan anak-anak untuk berkumpul. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan secara kontinyu dan langsung pulang begitu selesai.

“Sama kayak kita menerapkan pembukaan rumah ibadah, kita minta persiapan dulu. Bagi yang sudah siap silahkan melaksanakan, kalau yang belum jangan dulu. Memulainya pun tidak bersamaan, tergantung dari kesiapan masing-masing tempat ibadah, di sekolah juga begitu. Kalau sudah siap ya jalan saja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Rifat Munisa

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah