Pendidikan

Sekolah Daring di Tarakan Masih Berlanjut

Tajuddin Tuwo

TARAKAN, Koran Kaltara – Kondisi pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda berakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyatakan sekolah daring masih berlanjut.

Tarakan sempat merencanakan sekolah tatap muka, saat statusnya masuk dalam zona hijau pada Mei lalu.

Namun, jumlah konfirmasi positif Covid-19 kembali naik pada awal September sehingga rencana ini dibatalkan, dan menerapkan sekolah secara daring hingga Oktober ini.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltara, Jarwoko menegaskan, meskipun sekolah daring berlanjut, guru diminta jangan membebani dengan tugas berat.

“Sekarang ini guru kehadirannya harus dirasakan betul-betul oleh siswa, sebagai refreshing. Jangan sampai malah ketika belajar bersama guru menjadi beban, karena kondisi saat ini sudah terbebani, bosan dan jenuh yang dirasakan oleh siswa,” terangnya, Minggu (11/10/2020).

“Kalau fisiknya sehat tetapi jiwanya terbebani bahaya juga. Jangan sampai anak-anak kita tidak cerdas karena pikirannya terganggu dan tumbuh kembangnya terhambat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, katanya, guru jangan membebani anak dengan materi yang sulit-sulit, dengan tugas-tugas kurikulum.

Sementara itu, guna mendukung pembelajaran daring, pemerintah telah memberikan bantuan kuota internet kepada pelajar, mahasiswa, guru hingga dosen.

Kepala Disdikbud Tarakan, Tajuddin Tuwo mengatakan, subsidi paket data dari pemerintah pusat telah diterima siswa maupun guru.

Jika ada yang belum menerima, kemungkinan besar terdapat kendala data terutama nomor ponsel, karena yang dapat adalah nomor yang terdaftar secara kolektif oleh masing-masing sekolah.

Selain dari pemerintah pusat, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang telekomunikasi kabarnya juga akan memberikan subsidi paket data kepada pelajar. Dengan demikian, pelajar yang sekolah secara online bisa terlaksana maksimal.

“Ada laporan juga kalau Telkom ada kasih subsidi selain dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sudah ada yang dapat, tetapi informasinya ada juga yang belum. Kita terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait supaya subdidi ini bisa merata,” terangnya, Minggu (11/10/2020).

Bantuan paket data ini diberikan untuk mendukung para pelajar melakukan pembelajaran jarak jauh, dan akan diberikan selama tiga bulan ke depan.

Setiap siswa mendapatkan 35 Gigabyte (GB) dan guru mendapatkan kuota 42 GB, sedangkan dosen dan mahasiswa mendapatkan kuota 50 GB per bulan.

Subsidi paket data ini akan diberikan selama periode September hingga Desember 2020. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah