Ekonomi Bisnis

Sejak 2014, Yumnaa Food Utamakan Kualitas dan Perbanyak Mitra Usaha

Produk Yumnnaa food yang dipamerkan. (Foto: Agung)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Berasal dari program pelatihan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bulungan tujuh tahun lalu, Rismiyati saat ini berhasil mengembangkan usahanya dengan nama Yumnaa Food.

Saat ditemui di salah satu pameran jelang lebaran kemarin, Ibu Ris – demikian disapanya- menceritakan, Yumnaa Food sebelumnya adalah kelompok binaan DKP Bulungan. Lokasinya berada di Sabanar Lama.

“Tahun 2014 lalu, dikumpulkan ibu-ibu dari Sabanar Lama dan Sabanar Baru. Jadi ada dua kelompok. Seiring berjalannya waktu, kita kepikiran harus punya nama. Akhirnya terbentuklah itu (Yumnaa Food),” kata Ris.

Mempertahankan Yumnaa Food disebut bukan hal mudah. Belum lama Yumnaa Food terbentuk, anggota kelompok memutuskan untuk melakukan produksi masing-masing.

“Mungkin karena ibu-ibu, sekelompok ramai-ramai, ternyata bukan hal mudah. Akhirnya kita produksi sendiri-sendiri. Tapi masih di bawah Poklahsar (Kelompok Pengolahan dan Pemasaran) Yumnaa,” paparnya.

Pada dua tahun pertama lahirnya Yumnaa, ia mengaku hanya menjadikan usaha sampingan. Mengingat ia dan keluarga telah memiliki usaha utama sebelumnya.

“Istilahnya waktu itu belum menjanjikan, belum bisa menghidupi keluarga. Jadi sampingan. Kadang produksinya sebulan sekali, kadang dua bulan sekali, kadang juga beberapa bulan, kalau nggak sakit,” bebernya.

Namun, menginjak tahun 2017, dia mulai fokus pada usaha ini. Sehingga produksi dan penjualan terus meningkat. Saat ini, Yumnaa Food melayani pembelian secara langsung dan online. Untuk pembelian langsung, toko berada di Jalan Merak – Tanjung Selor Timur.

“Alhamdulilah semenjak saya fokus mulai 2017 dan 2018, produksi bertambah, banyak dikenal dan jadi sumber ekonomi utama keluarga,” kata Ris.

Produk Yumnaa diawali dengan berbagai hasil olahan. Utamanya bakso daging sapi, bakso ikan tengiri dan tahu bakso. Kemudian, merambah ke produk lainnya,  seperti otak-otak bandeng siap saji, gami ikan asin, sambal pecel, fishball crunchy, nugget ayam sayur, bandeng tanpa duri (Batari) bumbu, ceker bersih, cireng dan lainnya.

Seiring berjalannya waktu, Ris mengajak beberapa orang untuk menjadi mitra bisnis. Di sini, Ris bertugas sebagai pihak pemasaran dan penjualan.

Beberapa produk mitra bisnis yang dijual mulai dari madu hutan, pastel ebi, empek-empek Bunyu, ayam ungkep, bumbu rendang, bawang goreng, amplang, ayam panggang, lele siap goreng, bebek goreng, aneka kripik, kerupuk dan lainnya.

“Produk yang ada tidak semuanya buat sendiri. Kita juga memberdayakan mitra tadi, kelompok-kelompok lainnya,” ujarnya.

Peningkatan jumlah mitra bisnis selalu diusahakan Ris setiap tahunnya. Termasuk mempertahankan mitra yang sudah menjalin kerja sama. Ia berharap Yumnaa bisa menjadi wadah rezeki bagi banyak orang.

“Saya ingin bermanfaat dan bisa memberdayakan. Jadi harus banyak orang terlibat di lini usaha saya. Bukan saya  sendiri. Meski satu tempat, tapi ramai-ramai orang. Jadi bukan mengejar sukses sendiri saja,” paparnya.

Yumnaa Food juga melebarkan produk usahanya dewasa ini. Tidak hanya terbatas di produk olahan, melainkan hingga buah-buahan dan daging segar.

“Kalau itu, karena saya kan suka jalan-jalan. Nah waktu itu ke daerah transmigran. Ketemu bapak-bapak yang punya banyak pohon jambu. Karena otak saya pedagang, langsung kita sambung. Mau nggak bermitra dengan Yumnaa,” kata Ris.

Namun, Ris tetap mengutamakan kualitas. Ia tidak terlalu mempermasalahkan harga yang dipatok petani, asalkan buah yang disetor sesuai kriterianya.

“Saya minta sediakan buah berkualitas, yang standarnya begini-begini. Kalau harga bisa diatur, silahkan berapa. Saya juga ngga mau petani susah. Tapi paling penting standar saya terpenuhi,” kata Rismiyati.

Sementara ini, ada dua jenis buah lokal yang rutin dipasarkan dia, yaitu belimbing dari daerah Sepunggur dan Jambu dari Selimau III.

“Alhamdulillah mereka komitmen menyediakan dan menjaga kualitas, betul-betul saling memahami,” imbuhnya.

Khusus daging segar, ini berawal dari beberapa orang yang titip ke dia saat pergi ke pasar. Ris yang mengaku jeli dan teliti sebelum membeli, dipercaya bisa membawa pulang daging berkualitas.

“Ya awalnya unik sih. Saya kan beli buat bahan baku olahan. Kadang ada yang nitip. Karena pikir mereka, saya ini jeli. Suplier saya juga paham, kalau nggak bagus, saya pasti nggak mau. Nah itu jadi potensi pasar juga,” jelasnya.

Peningkatan jumlah pesanan saat ini terus meningkat. Jelang lebaran kemarin, ia sudah menerima pesanan lebih dari 50 kilogram.

“Alhamdulilah, nggak nyangka. Di luar perkiraan saya,” ujarnya.

Ris optimistis usahanya akan terus berkembang ke depan. Ia menegaskan akan terus menjaga kualitas dari setiap produk yang dijual, baik dari produksi sendiri atau yang berasal dari mitra.

“Saya mengikuti kalimat teman saya di Tarakan, Pak Eko. Bahwa bisnis kuliner nggak ada matinya, prospeknya bagus. Yang penting punya ciri dan kualitas. Seperti saya sekarang, saya kasih garansi dan bisa dikembalikan kalau ada rusak,” jelasnya.

Ris pun bercita-cita Yumnaa Food bisa memiliki mitra dari berbagai daerah di Kaltara. Sekaligus jadi ikon oleh-oleh khas Bumi Benuanta ini.

“Semoga bisa besar di Kaltara. Jadi usaha yang berkah dan bermanfaat buat orang banyak,” pungkasnya. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Didik