Headline

Sehari Bertambah 191 Orang Terjangkit Corona

Tampak Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy saat memandu simulasi vaksin belum lama ini.  (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Tarakan Zona Merah, Empat Daerah Lainnya Oranye

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Kalimantan Utara terus bertambah setiap harinya. Bahkan di Tahun 2021, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy, kasus baru terus muncul di angka puluhan hingga ratusan orang dalam sehari.

Data terbaru, misalnya, dalam rilis tertulis Satgas Covid-19 Kaltara, Rabu (20/1/2021), ada 191 orang yang terpapar Virus Corona. Bahkan ratusan kasus baru dalam sehari itu, tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kaltara. Masing-masing, Tarakan 85 orang, Nunukan 65 orang, Malinau 24 orang, Bulungan 14 orang dan Tana Tidung 3 orang.

Meski ada pula tambahan pasien sembuh sebanyak 127 orang, namun peningkatan kasus baru tampak belum terbendung. Bahkan, total kasus aktif hingga kemarin masih sebanyak 2.175 kasus atau 36,4 persen.

“Yang masih dirawat (kasus aktif), di Tarakan 1.379 orang, Bulungan 356 orang, Nunukan 263 orang, Malinau 114 orang dan Tana Tidung 63 orang,” sebut Agust dalam rilis tertulisnya.

Terhadap kasus aktif itu, berdasarkan peta zonasi yang dirilis terakhir oleh Satgas Penanganan Covid-19, penyebaran kasus di Kaltara cukup merata. Jika sebelumnya ada tiga daerah dengan zona merah, kini tersisa satu yakni Tarakan. Namun sudah tidak ada daerah dengan zona kuning. Dimana Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung semuanya dengan status zona oranye.

“Kalau dilihat dari peta zonasi per tanggal 17 Januari, memang hanya Tarakan yang masih merah. Tetapi Malinau yang sebelumnya kuning, naik menjadi oranye lagi,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih jauh, bahwa penambahan kasus baru didominasi transmisi lokal dan kontak erat. Hal itu sangat berkaitan dengan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan covid-19.

“Kalau transmisi lokal dan kontak erat memang sangat terkait terhadap kepatuhan penerapan protokol kesehatan dan kepatuhan dalam menjalankan isolasi mandiri. Serta kesadaran untuk memeriksakan diri ketika ada timbul gejala atau merupakan kontak erat risiko tinggi,” terangnya.

Agust juga mengakui, pemerintah daerah dalam menyediakan tempat karantina khusus terhadap pasien positif Corona terbatas. Pasalnya membutuhkan anggaran yang cukup besar ditambah sumber daya manusia (SDM) yang cukup banyak.

“Karena itu penerapan kebijakan isolasi mandiri hendaknya benar-benar dipatuhi oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai kasus konfirmasi. Untuk menghindari semakin bertambahnya kontak erat,” tegasnya.

Sebagai informasi, kasus kematian akibat Covid-19 di Kaltara juga bertambah satu menjadi 78 orang (1,3 persen). Sedangkan total kesembuhan pasien mencapai 3.797 orang (63,6 persen). Sehingga akumulasi positif covid-19 di Kaltara sebanyak 6.050 kasus. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

Mari cegah penyebaran Covid-19 dengan 5 M;

  • Memakai masker
  • Mencuci tangan
  • Menjaga jarak
  • Mengurangi mobilitas dan interaksi
  • Menghindari kerumunan